Kabupaten Pasuruan Waspada Demam Berdarah, Tiga Pasien DBD Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan Ani Latifah, mengatakan dalam sebulan terakhir terdapat tiga warga meninggal akibat penyakit demam berdarah.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 10 Februari 2022 | 22:09 WIB
Kabupaten Pasuruan Waspada Demam Berdarah, Tiga Pasien DBD Meninggal
Ilustrasi demam berdarah atau DBD. [istimewa]

SuaraMalang.id - Masyarakat Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur diimbau waspada penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD. Sebab, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk itu kasusnya kian meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan Ani Latifah, mengatakan dalam sebulan terakhir terdapat tiga warga meninggal akibat penyakit demam berdarah.

"Pasien yang meninggal dunia itu di antara 68 pasien demam berdarah yang dirawat," katanya seperti diberitakan Antara, Kamis (10/2/2022).

Ia mengatakan demam berdarah merupakan penyakit berbahaya yang dekat dengan kematian. Jika tidak dideteksi sejak dini, risikonya besar.

Baca Juga:Golongan Darah yang Berisiko Terserang DBD dan Sebabnya Disukai Nyamuk

"Apalagi ciri-cirinya terkadang mengagetkan. Tiba-tiba drop kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dan sudah dinyatakan dalam kondisi yang berbahaya," kata Ani.

Menyikapi bahayanya penyakit DBD, Ia mengingatkan warga Pasuruan agar menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sekitar. Terutama membersihkan dari genangan-genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

”Kalau ada genangan di botol, kaleng atau apa, mending dibuang saja. Kalaupun di pot yang berair, bisa dikasi ikan cupang supaya jentik bisa dimakan ikan," katanya.

Ia mengatakan selama tahun 2021, jumlah penderita demam berdarah di kabupaten setempat tercatat mencapai 163 kasus, empat orang di antaranya meninggal dunia.

"Oleh karenanya, momen musim hujan harus betul-betul diwaspadai. Caranya dengan menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 5 M, yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk," tukasnya.

Baca Juga:Pemkot Madiun Gelontor Rp 9 Juta Per RW untuk Mencegah DBD

Dinkes, kata Ani, juga telah meminta kader jumantik segera bergerak mengawasi penyebaran jentik-jentik nyamuk demam berdarah di sekitar RT atau RW masing-masing.

"Kami gerakkan jumantik dan kami ajak warga jadi juru jumantik di rumahnya masing-masing," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini