Awas! Gunung Semeru Erupsi 6 Kali dalam 9 Jam, Kolom Abu Capai 700 Meter

"Perhatikan imbauan dan rekomendasi dari petugas pos pantau untuk menghindari potensi bahaya seperti awan panas guguran, guguran lava, dan lahar," pungkasnya.

Bernadette Sariyem
Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:48 WIB
Awas! Gunung Semeru Erupsi 6 Kali dalam 9 Jam, Kolom Abu Capai 700 Meter
Erupsi Gunung Semeru yang terpantau dari PPGA Semeru di Gunung Sawur pada Sabtu (11/2/2023) pukul 07.54 WIB. (ANTARA/HO-PVMBG)

SuaraMalang.id - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kembali mengalami erupsi pada Selasa (15/10/2024), dengan total enam kali letusan yang terjadi dalam sembilan jam terakhir.

Kolom abu tertinggi mencapai 700 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko, menandai aktivitas vulkanik gunung tersebut.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.19 WIB, meskipun secara visual letusan tersebut tidak teramati. Namun, pada erupsi kedua yang terjadi pukul 05.51 WIB, kolom abu setinggi 700 meter terlihat jelas berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, bergerak ke arah barat daya.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berdurasi 148 detik," ujar Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur.

Baca Juga:Erupsi Lagi! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Hingga 13 Kilometer

Selanjutnya, letusan ketiga terjadi pukul 06.47 WIB dengan tinggi kolom abu 400 meter, disusul letusan keempat pukul 08.19 WIB dengan kolom abu setinggi 500 meter.

Aktivitas erupsi berlanjut hingga erupsi kelima dan keenam yang terjadi pada pukul 08.32 WIB dan 08.46 WIB, dengan kolom abu mencapai 500 meter.

Meski terjadi beberapa erupsi, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, menyatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih dalam kategori normal untuk gunung api aktif.

"Erupsi yang terjadi masih dalam batas normal, begitu juga aktivitas masyarakat, tidak ada laporan dampak," terangnya.

Namun, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 kilometer dari puncak erupsi.

Baca Juga:Air Terjun Trap Sewu di Lumajang, Surga Tersembunyi dengan Keindahan Alami dan Sensasi Bermain Air

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

"Perhatikan imbauan dan rekomendasi dari petugas pos pantau untuk menghindari potensi bahaya seperti awan panas guguran, guguran lava, dan lahar," pungkasnya.

Kontributor : Elizabeth Yati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini