- Badan Gizi Nasional menjatuhkan sanksi penghentian operasional sementara terhadap 22 dapur program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Malang.
- Sanksi diberikan karena puluhan dapur tersebut tidak memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah yang sesuai dengan standar keamanan pangan.
- Akibat kebijakan ini, aliran dana bantuan dibekukan dan layanan distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat harus terhenti sementara waktu.
SuaraMalang.id - Sebanyak 22 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang resmi dijatuhi sanksi suspend atau penghentian operasional sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan surat resmi BGN Nomor: 2741/D.TWS/05/2026, puluhan dapur yang tersebar di Kepanjen, Pakisaji, Bululawang, hingga Turen ini kedapatan melanggar aturan tidak memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar.
Bagi BGN, urusan limbah bukan sekadar masalah estetika lingkungan. Ketiadaan IPAL yang layak dianggap sebagai ancaman serius bagi kualitas produksi, mutu gizi, hingga keamanan pangan yang akan dikonsumsi oleh ribuan penerima manfaat.
Sebagai konsekuensi dari sanksi ini, aliran dana bantuan pemerintah untuk 22 unit SPPG tersebut resmi dibekukan. Dapur-dapur ini dilarang mengepul hingga mereka mampu membuktikan perbaikan fasilitas secara nyata dan diverifikasi langsung oleh Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN.
Baca Juga:Hanya Selangkah dari Rumah: Dua Jemaah Haji Malang Wafat Saat Tiba di Tanah Air
Ketua Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) Kabupaten Malang, Djoni Sudjatmoko, menanggapi kebijakan ini dengan sikap kooperatif namun juga menyimpan keprihatinan.
Menurutnya, meski perbaikan IPAL tergolong pekerjaan ringan yang bisa tuntas dalam sepekan, dampak penghentian ini merambat ke mana-mana.
"SOP-nya memang harus suspend, ya kita ikuti. Kita perbaiki, kirim foto bukti, lalu diaktifkan lagi. Sesederhana itu," ujar Djoni, Jumat (5/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Namun, ia tak menampik adanya sisi kemanusiaan yang terganggu.
"Dampaknya terasa sekali bagi penerima manfaat dan relawan SPPG. Layanan gizi terhenti, dan yang kasihan, insentif para relawan juga tidak bisa cair selama masa suspend ini," tambahnya.
Baca Juga:Siapkan Jaket Tebal! Bediding Menyergap Malang, Suhu Anjlok Hingga 17 Derajat
Sebagai mitra strategis pemerintah, GAPEMBI kini bergerak cepat melakukan pendampingan dan mentoring bagi dapur-dapur yang bermasalah. Tujuannya agar api di dapur kembali menyala dan standar gizi tetap terjaga tanpa cela.