Namun, di tengah pembicaraan, seseorang tiba-tiba masuk ke dalam kontrakan dan tidak lama kemudian terjadi pengrusakan oleh para tersangka.
"Para tersangka melempar batu berulang kali ke arah kaca dan bangunan rumah kontrakan pelapor, bahkan beberapa batu masuk ke dalam rumah," ujar Gandha.
Pelapor dan penghuni kontrakan lainnya lari ke belakang rumah untuk menyelamatkan diri. Meskipun Steven dan Dendy berusaha menghalangi perbuatan para tersangka lainnya, upaya tersebut tidak berhasil. Para tersangka kemudian melarikan diri setelah melancarkan aksinya.
Setelah keadaan dirasa aman, pelapor melapor ke Polsek Dau. Sehari setelah kejadian, petugas gabungan dari Polres Malang dan Polsek Dau berhasil meringkus kelima tersangka pada Selasa (14/5/2024).
Para tersangka mengaku niat awal mereka bertamu adalah untuk meminta kejelasan pertanggungjawaban BA.
Namun, kedatangan mereka disambut oleh kakak BA yang membawa pedang, sehingga para tersangka melakukan pelemparan batu ke rumah kontrakan.
"Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan," pungkas Gandha.
Kontributor : Elizabeth Yati