- Arema FC akan menjamu Malut United di Stadion Kanjuruhan pada Jumat, 3 April 2026, dalam lanjutan Super League.
- Pelatih Marcos Santos menargetkan kemenangan meski empat pemain kunci Arema FC absen karena cedera dan akumulasi kartu.
- Tim Arema FC fokus memperkuat lini pertahanan untuk meredam serangan agresif dari para pemain depan Malut United.
SuaraMalang.id - Stadion Kanjuruhan bersiap kembali bergemuruh. Jumat (3/4/2026), Arema FC akan menjamu Malut United dalam lanjutan Super League 2025/2026.
Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Bagi Singo Edan, ini adalah momentum pembuktian harga diri di hadapan publik sendiri setelah tren negatif yang membayangi dalam beberapa pekan terakhir.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menyadari betul beban berat yang dipikul anak asuhnya. Namun, pria asal Brasil itu tetap memancarkan optimisme tinggi dalam sesi konferensi pers di Kota Malang, Kamis (2/4/2026). Baginya, tidak ada kata selain kemenangan untuk memulai lembaran baru usai jeda Lebaran.
Ujian bagi Marcos Santos kali ini tergolong berat. Ia harus memutar otak lebih keras lantaran "badai" absen menghantam skuadnya.
Baca Juga:Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
Empat pilar utama sekaligus, Dalberto Luan, Matheus Blade, Pablo Oliveira, dan Wallison Maia, dipastikan hanya bisa menonton dari tribun akibat cedera dan akumulasi kartu.
Kehilangan kuartet ini tentu menjadi lubang besar, terutama di lini belakang yang belakangan ini kerap "bocor". Bayangkan saja, dari lima laga terakhir, Arema FC hanya mampu mengais empat poin.
Tiga kekalahan beruntun dari Borneo FC, Bali United, dan Bhayangkara FC menjadi luka yang harus segera disembuhkan.
"Persiapan berjalan luar biasa. Skema permainan sudah matang di sesi latihan. Meski ada pemain absen, saya pastikan penggantinya punya kualitas setara. Kami menginginkan tiga poin besok," tegas Marcos dengan nada mantap.
Kewaspadaan tinggi kini tertuju pada lini pertahanan. Marcos secara terbuka mengakui bahwa timnya telah melakukan antisipasi khusus agar tidak kembali kebobolan.
Baca Juga:Arema FC vs Persik Kediri Jadi Laga Penentuan, Marcos Santos: Harus Menang!
Fokus utama mereka adalah meredam agresivitas lini depan Malut United yang dihuni para pemain "monster" di Liga Indonesia yaitu David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino.
Ketiga pemain ini dikenal memiliki insting membunuh di depan gawang yang sangat tajam. Namun, Marcos menegaskan Singo Edan tidak akan gentar.
"Kami tahu mereka punya kualitas di atas rata-rata, tapi kami tidak mau hanya fokus pada satu atau dua pemain saja. Kami waspadai mereka sebagai satu tim," imbuhnya.
Optimisme serupa disuarakan oleh Rio Fahmi. Bek lincah Arema FC ini menyebut bahwa motivasi rekan-rekannya justru berlipat ganda saat harus menghadapi tim-tim yang menghuni papan atas klasemen. Baginya, status tim "pincang" bukan alasan untuk menyerah sebelum berperang.
"Di tim ini, semua pemain punya kualitas. Kami sudah saling percaya satu sama lain. Kami akan bekerja keras untuk mencapai target kemenangan," tutur Rio Fahmi penuh percaya diri. (ANTARA)