Nestapa Perajin Tempe Sanan Malang: Terjepit Harga Kedelai Dunia Terpaksa Sunat Ukuran 1 Cm

lonjakan harga bahan baku kedelai bagi perajin tempe di Kota Malang.

Wakos Reza Gautama
Rabu, 08 April 2026 | 08:44 WIB
Nestapa Perajin Tempe Sanan Malang: Terjepit Harga Kedelai Dunia Terpaksa Sunat Ukuran 1 Cm
Ilustrasi Perajin tempe di sentra industri tempe Sanan di Kota Malang mengurangi ukuran potong tempe yang dijual kepada konsumen sebagai dampak kenaikan harga kedelai. [Antara/Ahmad Fikri]
Baca 10 detik
  • Konflik geopolitik di Timur Tengah menyebabkan lonjakan harga bahan baku kedelai bagi perajin tempe di Kota Malang.
  • Harga kedelai meningkat dari Rp9.800 menjadi Rp10.600 per kilogram sejak pecahnya perang di wilayah tersebut pada April 2026.
  • Para perajin tempe di Sentra Industri Sanan terpaksa memperkecil ukuran produk untuk mengatasi tingginya biaya produksi harian.

SuaraMalang.id - Di sebuah gang sempit di Sentra Industri Tempe Sanan, Kota Malang, suara mesin penggiling kedelai masih menderu. Namun, raut wajah para perajinnya tak lagi sama. Ada kecemasan yang menggantung di sela-sela uap rebusan kedelai.

Siapa sangka, dentuman rudal dan desing jet tempur di langit Iran, Amerika Serikat, dan Israel, gema traumanya sampai ke meja makan warga Malang dalam wujud potongan tempe yang kian mengecil.

Gejolak geopolitik di Timur Tengah telah memicu efek domino yang brutal bagi perekonomian global. Indonesia, yang masih sangat bergantung pada impor kedelai, berada di garis depan dampak tersebut.

Di Sanan, jantung produksi tempe Jawa Timur, kenaikan harga kedelai bukan lagi sekadar angka di berita televisi, melainkan ancaman nyata bagi dapur mereka.

Baca Juga:Menanti Asa di Arjowinangun: Babak Baru Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Malang

Afriantoro, salah satu perajin di Sanan, menatap tumpukan karung kedelai di sudut rumah produksinya dengan getir. Hanya dalam waktu sebulan, sejak serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pecah, harga kedelai melompat tajam.

"Sebelumnya masih Rp9.800 per kilogram, sekarang sudah tembus Rp10.600. Kenaikan paling terasa beberapa hari ini sejak perang itu pecah," ungkap Afriantoro dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com pada Rabu (8/4/2026).

Bagi Afriantoro yang menghabiskan 6 hingga 7 kuintal kedelai per hari, selisih Rp800 per kilogram adalah lubang besar dalam neraca keuangannya. Namun, ia tak punya pilihan.

"Kami tetap beli, karena memang ini satu-satunya cara agar produksi tetap jalan," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Rudi. Baginya, berhenti berproduksi berarti mematikan nafkah keluarga dan para pekerjanya. Meski margin keuntungan kian tipis tertelan harga bahan baku yang terus melambung, mesin produksi harus tetap berputar.

Baca Juga:Panggilan Telepon Penyelamat: Siasat Bejat Pria di Malang Jerat Remaja 14 Tahun dengan Uang 50 Ribu

Menghadapi situasi terjepit ini, para perajin tempe Sanan harus memutar otak. Menaikkan harga jual secara drastis adalah risiko besar yang bisa mengusir pelanggan. Jalan tengah yang pahit pun diambil. Strategi "sunat" ukuran.

"Efeknya, produksi tetap sama, tapi ukurannya kami kurangi 1 centimeter," tutur Afriantoro jujur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak