Terpopuler: Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Ditangkap Kasus Dugaan Pencabulan Santri

Topik berita pilihan yang menjadi sorotan pada Kamis (7/7/2022). Penangkapan FZ pengasuh pondok pesantren di Singojuruh Banyuwangi terkait kasus dugaan pencabulan santri.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 08 Juli 2022 | 08:59 WIB
Terpopuler: Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Ditangkap Kasus Dugaan Pencabulan Santri
Pengasuh Ponpes FZ tersangka kasus pencabulan santri di Banyuwangi saat gelar perkara di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (7/7/2022). [Suara.com/Achmad Hafid Nurhabibi]

3. Profil Kiai Muhammad Muchtar Mu'thi, Pendiri Ponpes Shiddiqiyyah Jombang

Ilustrasi - Muhammad Muchtar Mu'thi, Pesantren Shiddiqiyyah Jombang. [tangkapan layar]
Ilustrasi - Muhammad Muchtar Mu'thi, Pesantren Shiddiqiyyah Jombang. [tangkapan layar]

Nama Kiai Muhammad Muchtar Mu'thi jadi sorotan publik imbas kasus pencabulan yang menjerat anaknya, Moch Subchi Al Tsani.

Kiai Muchtar merupakan sosok pendiri Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Berikut profil Muhammad Muchtar Mu'thi.

Baca selengkapnya

Baca Juga:Gunung Raung Keluarkan Asap Putih Setinggi 400 Meter, Wisatawan Dilarang Camping

4. Kasus Anak Kiai Jombang Dinilai Melecehkan Wibawa Penegak Hukum

Polisi berjaga di akses masuk ke pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Kamis (7/7/2022). [SuaraJatim.id/Zen Arivin]
Polisi berjaga di akses masuk ke pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Kamis (7/7/2022). [SuaraJatim.id/Zen Arivin]

Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya (UB), Lucky Endrawati menilai kasus pencabulan santriwati dengan tersangka Moch Subchi Al Tsani (MSAT), anak kiai Jombang telah melecehkan wibawa penegak hukum.

Seperti diberitakan, kepolisian mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Kabupaten Jombang, Kamis (7/7/2022) untuk melakukan upaya penangkapan terhadap MSAT yang berstatus DPO tersebut.

Baca selengkapnya

Baca Juga:Banjir Luapan Sungai Patemon Banyuwangi Memutus Akses Dua Desa

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini