SuaraMalang.id - Manajemen klub sepak bola Persewangi benar-benar membuat para pemainnya hilang kesabaran lantaran persoalan gaji yang sering dicicil.
Para pemain geram dan menuntut manajemen klub segera melunasi gaji mereka. Para pemain ini mengaku jengah lantaran hanya diberikan janji-janji yang tak kunjung ditepati oleh manajemen klub.
Bila tak kunjung dibayarkan, para pemain mengancam akan mengadukan manajemen ke Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI).
Kapten Persewangi Johani Saputro mengatakan keterlambatan gaji seringkali menjadi permasalahan yang menerpa para pemain.
Dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com, Johani mengatakan kalau keterlambatan bulan ini sudah kesekian kalinya klub Persewangi itu menunggak gaji pemain.
"Sudah satu bulan ini kami tidak menerima gaji, janji dilunasi namun masih dibayarkan separuh. Sampai saat ini hanya janji-janji saja," kata dia menegaskan.
Kondisi itu, lanjut Johan, jelas mengganggu konsentrasi dan mental pemain. Apalagi para pemain yang sudah memiliki keluarga, karena mereka hanya mengandalkan gaji untuk bertahan hidup.
Dari 24 pemain yang ada, hampir sebagian besar belum menerima kekurangan gaji tersebut.
"Untuk besaran gaji setiap pemain berbeda-beda. Tapi hampir sebagian besar dari yang lokal atau pemain dari luar daerah itu gajinya masih belum sepenuhnya dibayar," tukasnya.
Baca Juga: Kisah Susi Susanti Sang Penari Seblang Tradisi Selamatan Warga Banyuwangi
Dalam waktu dekat ini Persewangi akan berlaga Putaran Liga 3 tingkat Nasional. Demi kebaikan klub berjuluk laskar Blambangan, ia pun berharap agar manajemen segera menuntaskan permasalahan ini.
"Kalau tidak segera dibayar kami akan melapor ke APPI," tandasnya.
Sementara itu Manajer Persewangi Jose Rudy saat dikonfirmasi mempersilakan pemain yang ingin melaporkan manajemen ke pihak APPI.
Persoalannya, kata dia, adalah mengenai kekurangan gaji yang dibayarkan. Fee pemain pada liga 3 regional Jatim lalu sudah dibayarkan.
Menurutnya liga 3 regional Jatim adalah liga amatir dalam kata lain bukan liga profesional. Uang yang diberikan bukanlah uang gaji melainkan uang pembinaan.
Persoalan kurangnya gaji ini terjadi menjelang putaran liga 3 nasional. Manajemen mengakui bila ada kekurangan senilai Rp 9 juta.
Berita Terkait
-
Kisah Susi Susanti Sang Penari Seblang Tradisi Selamatan Warga Banyuwangi
-
Pengakuan Mistis Penari Seblang di Banyuwangi Bertemu Nyi Roro Kidul hingga Naik Kereta Kencana
-
Ini Penampakan Kuda Mati di Tengah Tradisi Puter Kayun Banyuwangi Setelah Perjalanan 15 Kilometer
-
Kasihan! Kuda Mati Gara-gara Kelelahan Ikut Iring-iringan Puter Kayun di Bulusan Banyuwangi
-
Penjualan 1300 Baby Lobster Ilegal Digagalkan Kepolisian Jember, Rencananya Dikirim ke Banyuwangi
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
Pilihan
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
Terkini
-
Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja
-
BRI InFrame 2026 Resmi Dibuka, Angkat Potret Ekonomi Kerakyatan
-
BRI Private Permudah Nasabah Dapatkan Layanan Premium Medical Check Up
-
BRI Kartu Kredit Tawarkan Cicilan 0% untuk Pengunjung Pestapora 2026
-
BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio