- Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan truk tangki terjadi di Jalan Raya Nasional III, Sumberpucung, Malang.
- Seorang pengendara motor bernama Suwito meninggal dunia setelah tertimpa truk yang terguling saat berusaha mendahului kendaraan lain.
- Pihak kepolisian menyatakan kedua pengemudi memiliki dokumen lengkap, namun insiden tersebut tetap mengakibatkan kemacetan panjang di lokasi.
SuaraMalang.id - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Nasional III di wilayah Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada Selasa (23/6/2026) siang.
Suwito, pria berusia 54 tahun, tak pernah menyangka bahwa perjalanan siangnya akan berakhir di bawah bayang-bayang truk tangki bermuatan molase.
Insiden yang terjadi di jalur yang dikenal memiliki kontur menanjak dan menikung tajam ini menambah daftar panjang kecelakaan di jalur arteri Jawa Timur tersebut.
Kecelakaan bermula saat Suwito, yang mengendarai sepeda motor bernopol N 4748 ABZ, melaju dari arah barat menuju timur.
Di sebuah tanjakan menikung, ia mencoba peruntungan dengan mendahului sebuah truk di depannya. Namun, perhitungan waktu yang kurang tepat membawa petaka.
Dari arah berlawanan, muncul truk tangki bernopol N 9259 UU yang dikemudikan oleh Supriadi (54). Menghadapi situasi yang mendadak, Supriadi mencoba melakukan manuver penyelamatan. Ia membanting setir ke arah kanan sekuat tenaga demi menghindari benturan langsung dengan motor Suwito.
Nahas, beban berat muatan tetes tebu membuat truk kehilangan keseimbangan. Bagian ekor truk tangki itu terguling hebat dan menghantam Suwito yang berada di jalur sempit tersebut.
"Korban mengalami benturan keras pada bagian kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara," ujar Kasat Lantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska.
Hasil pemeriksaan kepolisian menunjukkan bahwa kedua pihak bukanlah pengendara yang abai aturan. Baik Suwito maupun Supriadi mengantongi dokumen berkendara yang lengkap, mulai dari STNK hingga SIM yang sesuai peruntukannya. Namun, kelengkapan administratif ternyata tak cukup untuk melawan takdir di tikungan maut tersebut.
Baca Juga: Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
"Masing-masing membawa dokumen lengkap. Pengendara motor memiliki SIM C, dan sopir truk memiliki SIM B1 umum," tambah Chelvin.
Pascakecelakaan, arus lalu lintas di Jalan Nasional III sempat mengalami kemacetan panjang. Evakuasi ekor truk yang terguling membutuhkan waktu dan kerja keras petugas gabungan di lapangan.
Saat ini, jenazah Suwito telah dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan untuk dilakukan visum, sementara bangkai kendaraan telah disingkirkan dari badan jalan. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Sukhoi Asal Malang Guncang Langit Perancis: Rahasia Layangan Rp7 Ribu Tembus Kejuaraan Dunia
-
Wajah Baru Pasar Induk Gadang Ditarget Rampung Lebih Cepat
-
Datang Sendiri ke Kantor Polisi, Pengasuh Ponpes di Malang Resmi Tersangka Pelecehan
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
BRILink Agen Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Danantara Perluas Akses Keuangan Masyarakat
-
Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat
-
Kuli Bangunan Pretheli 17 Tower Telekomunikasi di Malang
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo