- BKAD Kota Malang menargetkan sertifikasi 3.979 bidang tanah milik pemerintah daerah dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
- Sertifikasi bertujuan mengamankan aset dari sengketa hukum serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Malang.
- Sepanjang tahun 2026, pemanfaatan aset melalui sewa dan retribusi telah berhasil menyetorkan dana sebesar Rp11,4 miliar ke kas daerah.
SuaraMalang.id - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang kini tengah menata seluruh aset daerah menjadi bersertifikat resmi dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Kepala BKAD Kota Malang, Subkhan, mengungkapkan bahwa dari total 8.264 bidang tanah yang tercatat sebagai milik pemda, baru sekitar 53 persen atau 4.285 bidang yang sudah mengantongi sertifikat hingga Juni 2026.
Sisanya, sebanyak 3.979 bidang tanah, masih masuk dalam daftar tunggu yang harus segera diamankan legalitasnya.
"Mudah-mudahan dalam 2-3 tahun ke depan semuanya sudah rampung, tapi semoga bisa lebih cepat," ujar Subkhan, Selasa (23/6/2026).
Langkah sertifikasi masif ini bukan sekadar urusan administrasi di atas meja. Bagi BKAD, sertifikat adalah benteng pertahanan hukum.
Dengan adanya dokumen resmi, risiko lahan diserobot atau munculnya sengketa berkepanjangan bisa ditekan seminimal mungkin.
Namun, manfaatnya tak berhenti di situ. Tanah yang sudah bersih secara hukum ternyata mampu bertransformasi menjadi mesin pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui mekanisme kerja sama pemanfaatan dan sewa, aset-aset ini menyumbang angka yang tidak sedikit bagi kantong daerah.
Sepanjang tahun 2026 saja, pemanfaatan aset melalui retribusi izin pemakaian tempat (IPT) dan sewa lahan telah menyetorkan dana sebesar Rp11,4 miliar ke kas daerah.
Baca Juga: Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
Angka ini menjadi suplemen penting di tengah target PAD Kota Malang yang dipatok menyentuh Rp872,9 miliar pada tahun yang sama.
Tentu, menertibkan lebih dari delapan ribu bidang tanah bukan perkara membalikkan telapak tangan. Setiap jengkal tanah yang masuk dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) A harus diteliti riwayat dan keabsahan berkasnya.
Proses verifikasi ini melibatkan kerja sama lintas instansi, mulai dari internal Pemkot Malang hingga Kantor Pertanahan setempat.
Subkhan mengakui tantangan di lapangan cukup dinamis, namun kolaborasi yang solid menjadi kunci utamanya.
"Selama ini kolaborasi kami berjalan dengan bagus. Kalau tidak baik, tidak mungkin sampai sebanyak ini aset yang tersertifikasi," tegasnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
Terkini
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan
-
Jadi Proyek Antikorupsi KPK, Kampus UB Diguncang Aliran Duit Pemerasan
-
Nekat Ritual di Jalur Terlarang Puncak Batu Tulis, 9 Pendaki Ilegal di Malang Dievakuasi Dramatis
-
Sungai Brantas Mendadak Ungu, Pemkot Malang: Terbukti Limbah, Kami Tutup Pabriknya
-
QLola by BRI, Solusi Cash Management untuk Payroll Perusahaan Skala Besar