-
Polisi perketat pengawasan jip wisata Bromo saat libur Lebaran 2026.
-
Dua belas jip wisata belum ramp check dan tidak berasuransi.
-
TNBTS atur arus wisatawan melalui sistem tiket online ketat.
SuaraMalang.id - Jajaran Polres Malang, Jawa Timur (Jatim), memperketat pengawasan jip wisata Bromo saat momen libur Lebaran 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur wisata yang dipadati pengunjung, khususnya menuju kawasan Gunung Bromo melalui Kabupaten Malang.
Dalam upaya menjaga keamanan wisatawan, pengawasan jip wisata Bromo difokuskan di jalur masuk melalui Pos Pengamanan Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo.
Kepala Seksi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menyatakan bahwa pihaknya meningkatkan intensitas pemeriksaan kendaraan yang digunakan wisatawan di kawasan tersebut.
"Kami meningkatkan pengawasan di kawasan wisata, khususnya di akses menuju Bromo, dengan melakukan pengecekan kendaraan jip guna memastikan kelaikan dan keselamatan penumpang," katanya, Senin (23/3/2026).
Setiap unit jip wisata Bromo yang melintas wajib menjalani ramp check untuk memastikan kondisi teknis kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan dokumen, termasuk kepemilikan asuransi sebagai bagian dari standar keselamatan.
Berdasarkan data di lapangan, tercatat sebanyak 412 jip wisata telah memasuki kawasan Gunung Bromo. Namun, dari jumlah tersebut, ditemukan 12 unit jip yang belum melakukan ramp check serta tidak memiliki asuransi. Kondisi ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
"Kendaraan yang belum memenuhi aspek keselamatan, seperti belum ramp check dan tidak memiliki asuransi, kami berikan peringatan dan surat pernyataan agar segera dilengkapi sebelum beroperasi kembali," ujar Bambang.
Langkah pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Malang dalam menciptakan suasana libur Lebaran yang aman dan tertib, terutama di tengah tingginya volume kendaraan wisata di jalur menuju Bromo.
Sementara itu, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga melakukan pengaturan lalu lintas wisatawan. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyebutkan bahwa pengawasan dilakukan sejak titik masuk Cemorolawang.
Petugas akan melakukan pengecekan tiket kunjungan wisatawan sejak di pertigaan Cemorolawang menuju Seruni Point. Wisatawan yang belum melakukan pemesanan tiket secara online akan diarahkan ke Seruni Point untuk proses lanjutan.
"Bagi kendaraan yang belum melakukan booking online akan diarahkan ke Seruni Point. Sedangkan, bagi yang sudah tapi jumlah tiket tidak sesuai dengan jumlah peserta (wisatawan) diarahkan ke Jalur Mentingen untuk penyesuaian," ujar dia.
Adapun kendaraan wisata yang telah memenuhi syarat pemesanan tiket dan jumlah penumpang akan langsung diarahkan memasuki kawasan TNBTS. Proses masuk dilakukan melalui pemindaian barcode tiket di pintu resmi.
Dengan pengawasan ketat terhadap jip wisata Bromo, diharapkan seluruh aktivitas wisata selama libur Lebaran 2026 dapat berlangsung aman dan tertib tanpa mengabaikan aspek keselamatan pengunjung. (Antara)