“Biaya tersebut sangat tinggi dan seringkali sulit ditanggung keluarga. Kami berharap ada perhatian dari Pemkot Malang agar bisa meringankan beban ini,” jelas Marlon.
Menanggapi hal ini, Wahyu menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan perantau di Kota Malang.
Ia menjelaskan bahwa Pemkot Malang sudah memiliki dana santunan kematian yang dapat dimanfaatkan, namun ia akan mengecek lebih lanjut mengenai kerja sama dengan pihak kampus untuk mendukung mahasiswa perantau.
“Kami akan cek kembali kerja sama dengan kampus agar semua perantau bisa merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
Baca Juga:Zonasi PPDB Diusulkan Hapus, Bupati Malang Siap Lobi Kemendikbud
Mengenai permintaan pembangunan asrama, Wahyu mengakui bahwa hal tersebut memerlukan waktu dan koordinasi dengan pemerintah provinsi atau daerah terkait.
Namun, ia berjanji untuk membahas masalah rumah kos di tingkat kelurahan jika dipercaya untuk memimpin Kota Malang.
“Kalau saya diberi amanah, tentu kita akan bahas masalah ini lebih lanjut di tingkat terdekat dengan masyarakat,” tutup Wahyu.
Acara ini menjadi bukti dukungan kuat dari komunitas NTT bagi Wahyu, sekaligus menggarisbawahi pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan perantau yang menetap di Kota Malang.
Kontributor : Elizabeth Yati
Baca Juga:Klarifikasi Timses Abadi: Tidak Ada Politik Uang dalam Kampanye Kami