Fenomena Langka! Sungai di Malang Mengering, Ratusan Warga Andalkan Air Gua

Salah satu desa yang mengalami kondisi terburuk adalah Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, di mana sebuah sungai yang biasanya mengalir kini surut.

Bernadette Sariyem
Sabtu, 12 Oktober 2024 | 18:43 WIB
Fenomena Langka! Sungai di Malang Mengering, Ratusan Warga Andalkan Air Gua
Ilustrasi air sungai mengering. [Dok.Antara]

SuaraMalang.id - Kekeringan yang melanda Kabupaten Malang tahun ini dilaporkan lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Oktober 2024, tercatat 10 desa terdampak kekeringan, lebih banyak dari periode yang sama pada 2023 yang hanya mencatatkan 6 desa.

Salah satu desa yang mengalami kondisi terburuk adalah Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, di mana sebuah sungai yang biasanya mengalir kini surut.

Desa-desa yang terdampak kekeringan tersebut adalah Desa Sumberagung, Sitiarjo, Kedungbanteng, Ringinsari, Harjokuncaran, Sumberoto, Menteraman, Tulungrejo, Donomulyo, dan Putukrejo. Kondisi ini memaksa pemerintah setempat untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak.

Kepala Desa Tulungrejo, Nuryadi, menyatakan bahwa sumber air Umbulan, yang terletak di dalam gua dan menjadi hulu sungai, kini menjadi andalan ratusan kepala keluarga (KK) di desa tersebut.

Baca Juga:Orang Tua Korban Pengeroyokan Maut Oknum PSHT Tuntut Restitusi

Setiap harinya, sekitar 100 ribu liter air didistribusikan menggunakan dua pikap milik pemerintah desa untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 857 KK di desa itu.

Surutnya air sungai di Desa Tulungrejo ini merupakan fenomena baru yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini menarik perhatian BPBD Kabupaten Malang, yang akan melakukan kajian mendalam bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) dan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) serta Teknik Pengairan Universitas Brawijaya untuk mencari penyebabnya.

“Fenomena surutnya sungai ini masih kami kaji. Kami tetap mengupayakan penyediaan air bersih sebagai bantuan untuk masyarakat,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Malang, Ichwanul Muslimin.

Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menyebut bahwa pemkab akan terus melakukan droping air bersih hingga akhir Oktober, sembari menunggu hasil kajian teknis.

Baca Juga:Merasa Tak Disayang, Gadis 14 Tahun di Malang Akhiri Hidup di Kamar

Jika fenomena ini berlanjut, salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah pembangunan dam, meskipun harus dikaji lebih lanjut apakah solusi ini tidak membawa kerugian.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini