“Bila masih ada daging yang tersisa, kami suruh santri untuk mengantarkan langsung kepada warga yang belum kebagian,” kata Irfan.
Para santri juga mendapatkan bagian dari daging tersebut, yang biasanya mereka olah menjadi sate di beberapa sudut pondok pesantren.
Perbedaan dalam perayaan Idul Adha ini menunjukkan keberagaman cara beribadah yang ada di Indonesia, khususnya di Jember.
Meski berbeda, semangat dan khusyuk dalam menjalankan ibadah tetap menjadi hal yang utama.
Baca Juga:Gagal Lolos Razia, 2 Kakak Beradik Kepergok Bawa Sabu
"Perbedaan itu biasa, yang terpenting ibadahnya,” tutup Irfan.
Kontributor : Elizabeth Yati