Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran, KPAI Wajibkan Penyelenggara Laga Sepak Bola Pastikan Keamanan Anak-anak

Tragedi di Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya menewaskan ratusan Aremania. Banyak dari korban itu ternyata perempuan dan anak-anak.

Muhammad Taufiq
Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:14 WIB
Tragedi Kanjuruhan Jadi Pelajaran, KPAI Wajibkan Penyelenggara Laga Sepak Bola Pastikan Keamanan Anak-anak
Aremania doa bersama di kawasan Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu (2/10/2022) malam. [Aziz Ramadani]

SuaraMalang.id - Tragedi di Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya menewaskan ratusan Aremania. Banyak dari korban itu ternyata perempuan dan anak-anak.

Oleh sebab itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengimbau penyelenggara acara (event organizer/EO) olahraga maupun konser agar memperhatikan aspek keamanan penonton, terutama anak-anak dan perempuan.

"Kegiatan pertandingan olahraga apapun, termasuk konser musik yang menjual tiket besar-besaran dan menyediakan tiket untuk anak, maka wajib dipastikan bahwa tempat acara aman untuk anak," kata Retno melalui pesan singkat kepada ANTARA, Rabu (05/10/2022).

Retno mengatakan penyelenggara acara harus tegas untuk melarang masuknya anak, atau penonton yang membawa anak, bila pihaknya tidak bisa menjamin keamanan untuk penonton di bawah umur.

Baca Juga:Sisa 1 Anggota TNI Belum Mengaku Lakukan Kekerasan di Stadion Kanjuruhan, Ini Permintaan Panglima TNI

"Kalau memang tidak ada keamanan untuk anak maka sebaiknya tidak menjual tiket untuk anak dan melarang dengan tegas penonton membawa anak," katanya.

Retno menyampaikan KPAI Indonesia turut prihatin dan sangat berduka atas banyaknya anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10), jumlah korban jiwa akibat tragedi Kanjuruhan bertambah enam orang sehingga total mencapai 131 orang, 33 orang adalah anak-anak.

Retno mengatakan menempatkan anak dalam kerumunan massa memang berpotensi membahayakan karena anak-anak rentan jadi korban ketika terjadi kericuhan.

"Harus ada antisipasi dalam melindungi anak-anak ketika terjadi chaos saat berada dalam kerumunan massa," katanya.

Baca Juga:Kiper Persib Fitrul Dwi Rustapa Berharap Tragedi Kanjuruhan Tidak Terjadi Lagi

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) bermula dari kericuhan yang terjadi setelah pertandingan Liga I antara Arema FC melawan Persebaya berakhir dengan skor 2-3.

Kekalahan yang terjadi di kandang Arema itu membuat sejumlah suporter masuk ke dalam area lapangan.

Kondisi itu semakin ricuh setelah sejumlah benda-benda seperti flare dan botol minum dilemparkan ke arah lapangan.

Petugas keamanan sebenarnya sudah berusaha menghalau agar para suporter tidak memanas.

Di tengah kondisi itu, petugas akhirnya melakukan tembakan gas air mata dan kondisi justru semakin memanas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini