- Pemerintah Kota Malang memulai rehabilitasi infrastruktur Pasar Induk Gadang pada 15 Juni 2026 untuk memperbaiki akses penghubung vital.
- Proyek senilai Rp14,9 miliar ini difokuskan pada perbaikan sistem drainase serta rehabilitasi fisik jalan sepanjang 674 meter.
- Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir November 2026 dengan sistem buka-tutup jalan guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi warga.
SuaraMalang.id - Selama bertahun-tahun, kawasan Pasar Induk Gadang menjadi saksi bisu kemacetan dan kepulan debu di musim panas, atau genangan air saat hujan tiba.
Kini babak baru dimulai. Pemerintah Kota Malang resmi menabuh genderang proyek rehabilitasi infrastruktur besar-besaran di salah satu jantung ekonomi paling sibuk di Bumi Arema tersebut.
Mulai Senin (15/6/2026), alat berat dan pekerja mulai diterjunkan. Proyek ini bukan sekadar perbaikan aspal biasa, melainkan langkah strategis untuk memperlancar jalur penghubung vital antara Kota Malang dengan wilayah Kabupaten Malang di sisi selatan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turun langsung memantau titik nol pengerjaan di akses jalan menuju Bumiayu. Dalam dokumen kontrak (SPK), proyek ini dijadwalkan rampung dalam 172 hari, tepatnya pada akhir November 2026.
Baca Juga:Datang Sendiri ke Kantor Polisi, Pengasuh Ponpes di Malang Resmi Tersangka Pelecehan
"Target kami dalam 150 hari pengerjaan fisik harus sudah tuntas. Sisa 22 hari akan kami gunakan untuk evaluasi dan penyempurnaan jika ada bagian yang belum beres," tegas Wahyu.
Baginya, setiap hari keterlambatan berarti kerugian ekonomi bagi para pedagang dan pengguna jalan yang melintas.
Proyek ini menelan anggaran hingga Rp14,9 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa musuh utama jalan di Gadang selama ini adalah buruknya sistem pembuangan air.
Oleh karena itu, pengerjaan tahap pertama difokuskan pada pembangunan drainase berdimensi 1x1 meter. Setelah urusan drainase selesai, barulah rehabilitasi fisik jalan sepanjang 674 meter akan dilakukan.
Sebanyak Rp12 miliar lebih dialokasikan khusus untuk Jalan Pasar Gadang ke arah Bumiayu, sementara sisanya untuk penguatan area sekitarnya.
Baca Juga:Gus Thuba Pimpin Penyegelan 3 Ponpes di Malang Usai Skandal 20 Tahun Terkuak
Mengingat Pasar Gadang tidak pernah tidur, Pemkot Malang menerapkan strategi khusus agar proyek tidak melumpuhkan aktivitas warga. Sistem buka-tutup jalan diberlakukan dengan mengerjakan separuh badan jalan terlebih dahulu.
Jam kerja pun dibuat fleksibel. Dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan jika memungkinkan, pengerjaan akan dikebut hingga pukul 22.00 WIB malam.
"Kami ingin memberikan akses yang tetap mengalir bagi masyarakat sembari terus bekerja di lapangan," tambah Dandung. (ANTARA)