“Pada saat bersamaan, panitia PBAK pusat turun dan menginstruksikan agar mahasiswa tidak bubar sebelum pukul 16.00 WIB,” katanya..
Segenap tim pun mencari cara agar peserta tidak bubar sebelum jadwal tersebut. Mulai dari menampilkan yel-yel, memberikan motivasi, bahkan unjuk keterampilan. Suasana mulanya tertib.
Salah satu peserta kemudian meminta agar lagu ‘Ojo Dibandingke’ diputar. Salah satu peserta tiba-tiba maju sambil menari, lalu diikuti peserta lainnya bak terbawa suasana akan lagu yang tengah viral itu.
Menurut keterangan UIN KHAS Jember, seluruh tim kemudian menghentikan dan kembali menertibkan peserta untuk kembali ke tempat karena menganggap suasana sudah tidak terkendali, Sampai disini, Saihan menegaskan, video yang beredar saat ini cuplikan sepintas dari kejadian yang sebenarnya. Sehingga timbul persepsi seolah-olah panitia membiarkan kejadian tersebut.
Baca Juga:Pelaku Pamer Alat Kelamin di Jember Diburu Polisi
Saihan menegaskan, klarifikasi ini tidak bermaksud membenarkan apa yang sudah terjadi pada hari itu.
“Kami hanya menyampaikan apa yang sebenarnya agar timbul persepsi yang seimbang atau fair,” katanya.
PBAK UIN KHAS Jember bertema ‘Manifesto Moderasi Beragama dalam Bernegara’ ini digelar pada 22-24 Agustus 2022, diikuti 3.670 mahasiswa baru. Mereka terbagi menjadi lima kelompok, berdasarkan fakultas masing-masing. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan bertempat di Gedung Kuliah Terpadu, Fakultas Syariah di Masjid Sunan Ampel, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora di Gedung Teater, kemudian Fakultas Dakwah di Aula lama, dan FEBI.