Penembakan di RS Oklahoma AS Tewaskan 5 Orang Termasuk Dokter, Pelaku Marah Habis Operasi Tetap Sakit

Lima orang tewas termasuk seorang dokter dalam insiden penembakan tragis di sebuah rumah sakit di Oklahoma Amerika Serikat, Rabu (01/06/2022).

Muhammad Taufiq
Jum'at, 03 Juni 2022 | 10:41 WIB
Penembakan di RS Oklahoma AS Tewaskan 5 Orang Termasuk Dokter, Pelaku Marah Habis Operasi Tetap Sakit
Para petugas berjaga-jaga di lokasi penembakan massal di RS St. Francis di Tulsa, Oklahoma, 1 Juni 2022. [ANTARA/REUTERS/Michael Noble Jr/as]

SuaraMalang.id - Lima orang tewas termasuk seorang dokter dalam insiden penembakan tragis di sebuah rumah sakit di Oklahoma Amerika Serikat, Rabu (01/06/2022).

Dalam tragedi itu, pelaku juga ikut tewas. Pelaku ini sebelumnya mengincar seorang dokter bedah. Demikian disampaikan pihak berwenang, Kamis (2/06/2022).

Pelaku ini menyalahkan sang dokter atas nyeri punggung yang dideritanya setelah menjalani operasi. Tersangka masuk ke gedung rumah sakit St. Francis Health System di Tulsa.

Ia membawa senjata semiotomatis dan mulai menembak orang yang dia temui. Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Tulsa Wendell Franklin pada acara jumpa pers.

Baca Juga:Usai Operasi Malah Nyeri Punggung, Pelaku Penembakan Massal di Rumah Sakit Incar Dokter Bedah

Dua dokter, seorang resepsionis, dan seorang pasien tewas dalam penembakan itu.

Dr Preston Phillips, 59 tahun, ahli bedah ortopedi yang merawat pelaku, tewas bersama Dr Stephanie Husen, ahli pengobatan olahraga berusia 48 tahun.

Dalam konferensi pers itu, polisi mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Michael Lewis atau Louis. Juru bicara kepolisian tidak bisa dihubungi untuk memastikan ejaan nama belakangnya.

Tersangka "datang dengan maksud untuk membunuh Dr Phillips dan siapa pun yang menghalanginya," kata Franklin.

Pihak berwenang menemukan sepucuk surat dari pelaku yang menjelaskan bahwa serangan itu direncanakan.

Baca Juga:Motif Keji Di Balik Aksi Penembakan Massal Di Rumah Sakit Oklahoma Tewaskan 5 Orang, Pelaku Incar Salah Satu Dokter

Otoritas menyebut dua nama korban yang lain: Amanda Glenn, resepsionis, dan William Love, pasien.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini