Tokoh Katolik Hong Kong Kardinal Joseph Zen Ditangkap, Terindikasi Melanggar Keamanan Nasional

Selain Kardinal Joseph Zen, juga ada penyanyi dan aktor Cantopop Denise Ho, mantan legislator Margaret Ng, dan akademisi Dr Hui Po Keung.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 13 Mei 2022 | 06:05 WIB
Tokoh Katolik Hong Kong Kardinal Joseph Zen Ditangkap, Terindikasi Melanggar Keamanan Nasional
Kardinal Joseph Zen melambai kepada para demonstran selama protes tahunan pro-demokrasi pada tahun 2014. (FOTO: BBC/Getty Image)

SuaraMalang.id - Tokoh Katolik di Hong Kong, Kardinal Joseph Zen ditangkap. Pemimpin Umat Katolik tertinggi di wilayah setempat ini dianggap melanggar undang-undang keamanan nasional China.

Karsidal Joseph Zen merupakan satu dari empat orang yang ditahan terkait dengan organisasi yang dinilai telah membantu pengunjuk rasa yang membutuhkan keuangan.

Selain Kardinal Joseph Zen, juga ada penyanyi dan aktor Cantopop Denise Ho, mantan legislator Margaret Ng, dan akademisi Dr Hui Po Keung.

Mereka dituduh berkolusi dengan pasukan asing. Jika terbukti bersalah, mereka bisa menghadapi hukuman penjara seumur hidup. 

Baca Juga:Kematian Covid-19 Melonjak, Hongkong Gunakan Alternatif Kardus untuk Jenazah karena Kehabisan Peti Mati

Human Rights Watch menyebutnya sebagai "titik terendah baru yang mengejutkan bagi Hong Kong."

Polisi Hong Kong mengatakan kepada BBC bahwa kelompok itu dicurigai meminta negara atau organisasi asing untuk menjatuhkan sanksi terhadap Hong Kong, sehingga mengancam keamanan nasional China.

Kardinal Zen melarikan diri dari Shanghai ke Hong Kong setelah komunis mengambil alih China 70 tahun yang lalu, dan merupakan mantan uskup Hong Kong. Dia telah lama menjadi kritikus pemerintah di Beijing, berbicara untuk umat Katolik di Cina daratan dan untuk lebih banyak demokrasi di Hong Kong.

Dia pernah secara terbuka menegur Vatikan karena "menjual" ke China dengan memaksa para uskup untuk pensiun demi penggantian yang dipilih oleh Beijing.

“Menangkap seorang kardinal berusia 90 tahun karena aktivitas damainya harus menjadi kejutan baru bagi Hong Kong, yang menggambarkan jatuh bebasnya hak asasi manusia di kota itu dalam dua tahun terakhir,” kata Human Rights Watch.

Baca Juga:2.000 Hamster di Hongkong Dimusnahkan, Warga Diminta Tak Ciumi Hewan Peliharaan

Vatikan prihatin dengan penangkapan kardinal itu, kata juru bicara Matteo Bruni dalam sebuah pernyataan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini