Universitas Brawijaya Malang Buka Dua Fakultas Baru pada 2022, Ini Bocorannya

Universitas Brawijaya mengklaim semua persiapan sudah dilakukan jauh hari sejak masih berstatus Badan Layanan Umum (BLU).

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 31 Desember 2021 | 14:04 WIB
Universitas Brawijaya Malang Buka Dua Fakultas Baru pada 2022, Ini Bocorannya
Kawasan Kampus Universitas Brawijaya Malang. [Suara.com/Aziz Ramadani]

Prof. Gugus mengatakan dengan status baru UB sebagai PTNBH, prinsip yang dipegang UB tetap tidak mencari keuntungan atau nirlaba.

“Kita menyiapkan anggaran lebih dari 25 persen bahkan jauh lebih banyak dari itu yang dapat bantuan sehingga tidak ada alasan kuliah di UB tidak punya uang.  PTN status apapun itu di Indonesia adalah sesuatu yang prinsipnya tidak mencari keuntungan atau nirlaba. PTNBH apapun namanya universitas kita tetap memperhatikan aturan-aturan berlaku,” tutur Prof Gugus.

Prof. Gugus menjelaskan, perbedaannya dibandingkan dengan universitas satker dan BLU, UB lebih fleksibel dalam mengatur organisasinya.

Dengan sumber pendanaan dari inovasi dan bidang usaha yang dimiliki UB, akan bisa membantu UKT mahasiswa. Kekinian, ada 30 persen lebih mahasiswa yang mempunyai keringanan UKT.

Baca Juga:Top! Mahasiswa Universitas Brawijaya dan Polresta Malang Kota Ciptakan Dispenser Masker

Sedangkan dalam bidang kemahasiswaan, tidak ada yang berubah. Bidang kemahasiswaan akan ada dua di rektorat pada 2022, yakni kemahasiswaan, pengembangan karier dan alumni. Hal ini yang membuat Unit Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPKK) akan dilebur menjadi Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni.

Sementara dalam bidang kerja sama, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S. mengakui ada beberapa hal yang saat ini sedang dipersiapkan di bidang kerjasama, antara lain dengan TNI dan perusahaan swasta atau BUMN. Kerja sama dengan TNI dilakukan dalam bidang pembangunan perumahan rakyat.

“Di awal tahun kita akan membuat PT untuk mendirikan usaha di bidang perumahan rakyat untuk rumah sehat dengan harga terjangkau. Rumah sehat itu yang dindingnya anti bakteri tapi murah. Saat ini sedang proses pengujian. Dalam program ini kita bekerja sama dengan TNI untuk membangun perumahan-perumahan TNI,” katanya.

Sementara kerja sama dengan BUMN dan perusahaan swasta akan dilakukan untuk membantu memasarkan hasil riset dan inovasi yang dimiliki UB.

“Seperti yang diketahui dulu dengan Belgia dan Jerman dapat soft loan untuk membantu pembangunan RSUB. Lalu kita mendapatkan bantuan hibah dari Uni Eropa untuk membangun infectious disease yang akan dikelola di bawah LSIH. Output dari pembangunan tersebut nantinya penelitian atau inovasi yang bisa dijual ke masyarakat. Insyaallah akhir bulan ini loan agreement akan kita tandatangani,” tandasnya.

Baca Juga:Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Ubah Kulit Durian Jadi Krim Antijerawat

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini