- Pemerintah Kota Malang berencana mengintegrasikan Kayutangan Heritage dan Pasar Splendid ke dalam satu sirkuit wisata terhubung.
- Pemerintah Kota Malang berupaya merevitalisasi 13 kampung tematik yang redup agar kembali menjadi destinasi wisata berkelanjutan.
- Pemerintah menargetkan 3,4 juta kunjungan wisatawan pada 2026 melalui kemitraan dengan perguruan tinggi, investor, dan Bank Dunia.
SuaraMalang.id - Selama beberapa tahun terakhir, nama Kayutangan Heritage telah menjadi magnet utama bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di Kota Malang.
Di balik kemegahan lampu-lampu kolonial dan trotoar estetisnya, Pemerintah Kota Malang menyadari bahwa wisata kota ini tidak boleh hanya berhenti di satu titik.
Ada sebuah permata tersembunyi yang letaknya hanya sepelemparan batu dari Kayutangan, namun sering kali terabaikan oleh riuhnya wisatawan.
Itulah Pasar Splendid dengan pesona flora dan faunanya yang unik. Ketimpangan popularitas antar-destinasi inilah yang kini coba dijahit kembali oleh Pemkot Malang melalui sebuah skema besar pengintegrasian wisata.
Baca Juga:Alasan Keselamatan, Pemkot Malang Serahkan Pengelolaan Jalur Perlintasan Kereta ke KAI
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa masa depan pariwisata Malang bukan lagi tentang destinasi tunggal, melainkan tentang perjalanan yang saling terhubung.
"Kami sudah memiliki skenarionya. Tujuannya agar keunggulan di masing-masing tempat bisa dilihat secara keseluruhan, tidak hanya terpusat di satu titik saja," ujar Wahyu, Kamis (28/5/2026).
Tantangan terbesar dalam skenario ini terletak pada keberadaan kampung-kampung tematik. Data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menunjukkan potret yang ironis.
Dari 23 kampung tematik yang lahir dari kreativitas warga, hanya 10 yang saat ini masih bernapas dan aktif menerima tamu. Sisanya? Redup dan butuh sentuhan baru.
Pemkot Malang bertekad menjadikan kampung-kampung ini sebagai bagian dari satu sirkuit wisata besar. Fokusnya bukan lagi membangun sesuatu yang baru, melainkan mengasah ciri khas yang sudah ada agar kembali memikat.
Baca Juga:Serbuan Penumpang di Libur Iduladha: 5.460 Penumpang Padati Stasiun Malang
Strategi ini pun tidak dilakukan sendirian. Wahyu menyebut pihaknya tengah menggandeng perguruan tinggi untuk mematangkan konsep agar tidak hanya sekadar indah di atas kertas, tapi juga berkelanjutan secara ekonomi bagi warga.
Langkah besar ini ternyata telah memicu radar para pemodal. Wahyu membeberkan bahwa sudah ada tiga investor yang mulai mendekat. Namun, ia tidak ingin gegabah. Konsep harus matang sebelum modal besar masuk.
Tak tanggung-tanggung, demi menjaga marwah sejarah di Bumi Arema, Pemkot Malang juga sedang mengupayakan dukungan dari Bank Dunia.
"Kami sudah mengajukan bantuan karena ada program khusus untuk pengelolaan satu kawasan heritage. Ini sedang kami matangkan," tambah Wahyu.
Angka kunjungan wisatawan tahun 2026 menjadi taruhan besar bagi skema ini. Pemkot Malang mematok target ambisius yakni 3,4 juta kunjungan.
Menariknya, tanda-tanda positif mulai terlihat. Sepanjang triwulan pertama tahun ini saja, sebanyak 807.160 wisatawan telah memadati Malang, dengan hampir 10 ribu di antaranya merupakan turis mancanegara. (ANTARA)