facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Krisis Ekonomi Jadi Tantangan Kabinet Baru Pemerintahan Taliban

Muhammad Taufiq Minggu, 29 Agustus 2021 | 10:14 WIB

Krisis Ekonomi Jadi Tantangan Kabinet Baru Pemerintahan Taliban
Foto pertemuan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan perwakilan kelompok Taliban. [Foto Twitter]

Taliban segera mengumumkan kabinet baru setelah seluruh proses evakuasi Amerika Serikat berakhir.

SuaraMalang.id - Taliban segera mengumumkan kabinet baru setelah seluruh proses evakuasi Amerika Serikat berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Mujahir mengatakan, militer AS menghentikan misinya untuk mengevakuasi warga AS dan warga Afghanistan yang rentan serta menarik pasukan dari bandara Kabul menjelang tenggat 31 Agustus yang ditetapkan oleh Presiden Joe Biden.

Selain itu, dalam pengumuman itu Mujahid juga mengatakan kalau Pemerintahan Taliban nanti akan menghadapi persoalan krisis ekonomi negara, terutama sektor keuangan.

Meskipun begitu, Taliban optimistis bahwa anjloknya mata uang dan gejolak ekonomi setelah pengambilalihan Kabul dua minggu lalu akan mereda.

Baca Juga: Amerika Serikat dan Sekutu Sudah Mengevakuasi 111.000 Orang di Afghanistan

Reuters awalnya mengutip Mujahid yang mengatakan pengumuman itu akan dibuat dalam minggu mendatang, tetapi dalam pesan suara kemudian dia mengatakan susunan kabinet baru akan diselesaikan "dalam satu atau dua minggu".

Menanggapi pertanyaan apakah ada perempuan yang akan dimasukkan dalam kabinet baru, Mujahid mengatakan ini akan menjadi masalah kepemimpinan untuk memutuskan dan dia tidak bisa mengantisipasi apa keputusan mereka.

Ada rasa frustrasi yang meningkat di Kabul atas kesulitan ekonomi parah yang disebabkan oleh anjloknya mata uang dan kenaikan harga pangan, di mana bank-bank masih tutup dua minggu setelah jatuhnya kota itu ke tangan Taliban.

Pada Sabtu, sebuah pernyataan dari Taliban mengatakan bahwa bank diperintahkan untuk dibuka kembali dengan batas penarikan mingguan sebesar 20.000 Afghani.

Mujahid mengatakan para pejabat telah ditunjuk untuk menjalankan lembaga-lembaga utama termasuk kementerian kesehatan dan pendidikan masyarakat dan bank sentral.

Baca Juga: Afghanistan Terkini Setelah Bom di Bandara Kabul

Pejabat PBB telah memperingatkan bahwa Afghanistan menghadapi bencana kemanusiaan, dengan sebagian besar wilayah yang menderita kondisi kekeringan ekstrem.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait