Wali Kota Malang Tanggapi Santuy Aksi Pesawat Kertas dan Flare di Rumdin

Wali Kota Malang Sutiaji masih berkomitmen menuntaskan konflik dualisme Arema dan penyelamatan Yayasan Arema

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Selasa, 06 April 2021 | 16:23 WIB
Wali Kota Malang Tanggapi Santuy Aksi Pesawat Kertas dan Flare di Rumdin
Wali Kota Malang Sutiaji tentang Yayasan Arema. [Suara.com/Aziz]

SuaraMalang.id - Wali Kota Malang Sutiaji tanggapi santai aksi pelemparan pesawat kertas dan nyala flare di rumah dinas Jalan Ijen Nomor 1, Senin (5/4/2021) lalu. Ditegaskan pula tidak ada rencana mempolisikan gerakan diduga dilakukan oleh sekelompok oknum suporter bola tersebut.

"Sudah cukup clear kami juga sudah tahu maksudnya (aksi pelemparan pesawat kertas)," katanya, Selasa (6/4/2021).

Ia menilai, bahwa kelompok oknum suporter bola menginginkan masalah dituntaskan dalam waktu cepat. Padahal, menurutnya, tidak segampang itu.

"Biasa itu kan bahasa-bahasa Arema. Jadi bahasa Arema yang sudah ditemui, maunya kan instan kayak hari ini bisa disampaikan terus lima hari harus menyelesaikan masalah. Bagi saya gak masalah," imbuhnya.

Baca Juga:Larangan Mudik, Wali Kota Malang Fokus Pemantauan RT/RW

Seperti diberitakan, heboh di media sosial pelemparan pesawat kertas disertai aksi menyalakan flare di depan rumah dinas wali Kota Malang, Senin (5/4/2021). Belakangan diketahui, pesawat kertas tersebut berisikan pesan tertulis tentang penuntasan konflik dualisme Arema serta penyelamatan yayasan Arema.

Wali Kota Sutiaji juga mengklarifikasi tidak ada pelemparan flare ke rumah dinas.

"Bagi saya gak masalah. Tapi kan kesannya rumah kita dilempar. Padahal tidak. Flare itu hanya di luar pagar gitu aja," sambungnya.

Ia melanjutkan, Pemerintah Kota Malang bukan diam saja terkait tuntutan kelompok suporter yang menginginkan Arema satu dan menyelamatkan Yayasan Arema. Pihaknya telah mengonfirmasi Kemenkumhan terkait status Yayasan Arema dan diketahui telah dibekukan.

Kemudian juga telah mengonfirmasi pihak PSSI melalui Plt. Sekjen PSSI.  Hasilnya, PSSI tidak bisa menyatukan Arema, sebab dua Arema saat ini, Arema FC dan Arema Indonesia diakui legalitasnya.

Baca Juga:Wali Kota Malang Dibuat 'Murka' Oknum ASN Sebut Peraturannya Abal-abal


"Kami beberapa bulan, satu bulan yang lalu kami sudah vidcon dengan Plt. Sekjen PSSI. Daerah lain kok bisa menyelesaikan di sini kok gak bisa? Tapi konteksnya menurut beliau, ini kan dua pak (Arema) dan dua-duanya diakui oleh PSSI dan itu bukan ranah kami itu masalah internal," urainya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini