Khawatir Longsor Susulan, 40 KK di Kecamatan Ijen Bondowoso Direlokasi

Camat Ijen Bondowoso Ifan Afandi mengatakan, sebanyak 40 KK di dua desa sudah direlokasi ke tempat lebih aman. Tujuannya untuk mengurangi risiko korban bencana tanah longsor.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 11 Februari 2021 | 14:27 WIB
Khawatir Longsor Susulan, 40 KK di Kecamatan Ijen Bondowoso Direlokasi
Jembatan di daerah Kali Pahit Blawan Kecamatan Ijen Bondowoso tertutup material longsor, beberapa pekan lalu. [FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia]

SuaraMalang.id - Sejumlah 40 kepala keluarga (KK) di dua desa Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso direlokasi. Lantaran khawatir terjadi bencana tanah longsor susulan.

Camat Ijen Ifan Afandi mengatakan, sebanyak 40 KK di dua desa sudah direlokasi ke tempat lebih aman. Tujuannya untuk mengurangi risiko korban bencana tanah longsor. 

"Mengingat rumah hunian mereka berada di Desa Kalianyar, Dusun Blawan yang rawan bencana. Memang sempat terjadi, rumah hancur semuanya," kata Camat Ifan Afandi, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id jaringan suara.com, Kamis (11/2/2021).

Ia melanjutkan, dampak peningkatan kasus bencana alam, belakangan ini. Masyarakat telah memahami pentingnya menjaga hutan di kawasan Gunung Ijen. Masyarakat bakal merubah aktivitas sebelumnya tentang alih fungsi lahan hutan.

Baca Juga:TKW Asal Jember Ditemukan Tewas, Sekitar Mata Penuh Luka Lebam

"Masyarakat bersama pemerintah sudah banyak melakukan reboisasi di hutan-hutan gundul untuk mengantisipasi terjadinya longsor," ujarnya.

Sementara itu, meski masuk wilayah rawan tanah longsor. Ternayata di Kecamatan Ijen Bondowoso, Jawa Timur belum dipasang sistem pendeteksi dini untuk pergerakan tanah atau Early Warning System (EWS).

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kukuh Triyatmoko mengatakan, bahwa sistem semacam itu penting untuk wilayah rawan longsor. Namun, belum ada pengadaan alat tersebut dari Pemkab Bondowoso.

"Saat ini belum ada alat EWS dari Pemkab Bondowoso di Kecamatan Ijen," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, sebagai upaya peningkatan kapasitas pengurangan risiko bencana, BPBD Bondowoso terus mengupayakan agar terdapat alat pendeteksi dini di daerah-daerah rawan.

Baca Juga:Ngaku Punya Ilmu Kebal, Dua Begal Babak Belur Dihajar Warga Jember

Ia menambahkan, BPBD Bondowoso sebenarnya memiliki alat deteksi pergerakan tanah. Namun fungsinya untuk mendeteksi pergerakan tanah yang disebabkan gempa tektonik. 

"Sementara gerakan tanah dangkal, kami belum memiliki alat deteksinya," jelasnya.

Menurutnya, EWS telah terpasang di Kecamatan Binakal, Kecamatan Maesan dan Kecamatan Curahdami. Namun, bukan milik Pemkab Bondowoso. 

"Sayangnya, alat tersebut merupakan EWS milik Kementerian ESDM yang belum dihibahkan kepada pemerintah daerah dan penempatannya ada di daerah barat karena juga rawan longsor," sambung dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, tejadi longsor di tujuh titik di Kawasan Kali Pahit Ijen Bondowoso, Senin (1/2/2021) lalu. Material longsor bahkan menutup akses menuju Wisata Ijen, dan sejumlah kendaraan sempat terjebak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak