- Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur menyebabkan pembatalan operasional tiga rangkaian kereta api di Stasiun Malang pada 29 April 2026.
- PT KAI Daop 8 Surabaya menjamin pengembalian biaya tiket 100 persen bagi ratusan penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan tersebut.
- Selain pembatalan, beberapa perjalanan kereta api lainnya mengalami keterlambatan signifikan akibat gangguan jalur yang masih dalam proses pemulihan operasional.
SuaraMalang.id - Ruang tunggu Stasiun Malang yang biasanya riuh dengan semangat perjalanan, mendadak berubah menjadi suasana penuh ketidakpastian.
Harapan ratusan penumpang untuk mencapai tujuan mereka harus pupus sementara waktu. Kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, memberikan dampak berantai yang terasa hingga ke Bumi Arema.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya melaporkan gelombang pembatalan perjalanan yang cukup masif.
Sejak kabar insiden tersebut mencuat, loket pengembalian tiket di Malang langsung diserbu penumpang yang mencari kepastian.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengonfirmasi bahwa setidaknya ada tiga rangkaian kereta api unggulan yang terpaksa berhenti beroperasi sementara.
Mereka adalah KA Jayabaya (Malang-Pasar Senen), KA Arjuno Ekspres (Malang-Surabaya Gubeng), dan KA Majapahit (Malang-Pasar Senen).
Angkanya tidak sedikit. Berdasarkan data per Rabu (29/4/2026), tercatat 182 dari 246 penumpang KA Jayabaya telah mengajukan pengembalian biaya.
Sementara itu, untuk KA Arjuno Ekspres, sebanyak 68 dari 100 penumpang memilih langkah serupa. Tak ketinggalan, 75 penumpang KA Majapahit juga telah memproses pembatalan perjalanan mereka.
"Kami memastikan seluruh hak pelanggan terpenuhi. Kebijakan pengembalian bea tiket diberikan sebesar 100 persen, di luar biaya pemesanan," tegas Mahendro.
Baca Juga: Malang Dikepung Air: 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir Setelah Hujan Deras
Bagi mereka yang tidak mengalami pembatalan total, kesabaran menjadi ujian utama. Perjalanan KA Matarmaja dan KA Gajayana tujuan Jakarta dilaporkan mengalami keterlambatan signifikan. Rangkaian kereta tersebut harus menunggu kesiapan jalur yang terdampak di wilayah Bekasi sebelum bisa meluncur kembali.
Di tengah situasi darurat ini, PT KAI mengedepankan skema service recovery. Mahendro memastikan bahwa pihaknya terus bekerja ekstra untuk memulihkan jadwal perjalanan agar kembali normal.
"Kami memohon maaf atas terganggunya perjalanan pelanggan. Fokus kami saat ini adalah langkah percepatan pemulihan operasional dengan tetap menjunjung tinggi aspek keselamatan dan keamanan," tambahnya.
Memahami kekecewaan penumpang, KAI memberikan fleksibilitas dalam proses refund. Pelanggan tidak harus berdesakan di loket stasiun; proses pembatalan juga bisa dilakukan dengan sentuhan jari melalui aplikasi Access by KAI.
Bagi warga Malang yang rencana perjalanannya terganggu, KAI mengimbau untuk terus memantau kanal resmi perusahaan guna mendapatkan informasi terkini. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Malang Dikepung Air: 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir Setelah Hujan Deras
-
Tiba di Madinah: Akhir Penantian 48 Jam Kloter 16 Malang Setelah Drama 'Technical Landing' di Medan
-
Pesawat Alami Kendala Teknis, Satu Kloter Jemaah Calon Haji Asal Malang Tertahan di Kualanamu
-
Gema Tragedi Bekasi di Stasiun Malang: KA Jayabaya Terpaksa Parkir Demi Keselamatan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi