- Pendaftaran SPMB di Kota Malang pada 8 Juni 2026 terkendala ketidaksinkronan data alamat calon peserta didik.
- Disdikbud Kota Malang menyatakan masalah tersebut disebabkan keterlambatan pembaruan Data Pokok Pendidikan di tingkat operator sekolah.
- Dinas Pendidikan mendirikan posko pelayanan untuk membantu wali murid memperbarui data domisili melalui unggahan dokumen resmi.
SuaraMalang.id - Di Kota Malang, geliat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 jalur domisili sempat diwarnai sedikit drama administratif. Sejumlah calon peserta didik mendapati alamat mereka terjebak di masa lalu karena data yang tidak sinkron.
Persoalan ini muncul ke permukaan pada hari pertama pendaftaran, 8 Juni 2026. Banyak wali murid yang terkejut mendapati alamat sang anak pada sistem pendaftaran masih mencantumkan lokasi lama, padahal mereka sudah berpindah tempat tinggal sejak berbulan-bulan lalu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan bahwa akar masalah ini terletak pada pembaruan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang terlambat di tingkat operator sekolah asal.
"Temuan ini banyak terjadi pada lulusan SD maupun MI yang sebenarnya sudah pindah domisili, tapi alamatnya masih tercatat yang lama. Karena sistem mengambil data final dari Dapodik saat mereka masih kelas 6, otomatis alamat lamalah yang muncul saat pendaftaran SMP," ungkap Suwarjana, Sabtu (13/6/2026).
Meski sempat memicu kekhawatiran, Suwarjana memastikan bahwa masalah teknis penentuan titik koordinat (penitikan) alhamdulillah berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Disdikbud Kota Malang tak tinggal diam. Untuk memastikan tidak ada siswa yang dirugikan hanya karena urusan administratif, sebuah posko langsung didirikan.
Dinas membuka pintu lebar-lebar bagi wali murid untuk memperbarui data domisili secara mandiri maupun melalui bantuan petugas.
Caranya pun tergolong simpel dan tidak berbelit. Wali murid cukup mengunggah foto kopi Kartu Keluarga (KK) yang baru beserta KK lama secara daring. "Alamat barunya dimasukkan, lampirkan dokumen pendukungnya, dan data akan langsung diperbarui," tegasnya.
Setelah hiruk-pikuk jalur domisili yang berlangsung pada 8-10 Juni resmi ditutup, para orang tua diimbau untuk kembali bersiap. Maratun SPMB 2026 masih akan berlanjut ke babak-babak berikutnya.
Baca Juga: Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
Bagi mereka yang mengincar kursi SMP Negeri, jalur afirmasi dan mutasi akan dibuka pada 15-17 Juni mendatang. Tak berhenti di sana, panggung bagi para peraih prestasi akademik akan digelar pada 22-24 Juni, disusul jalur prestasi non-akademik pada 6-7 Juli 2026. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang