- Tiga mahasiswa Teknik Mesin UMM menciptakan mesin pencuci singkong semi-mekanis untuk meningkatkan efisiensi produksi para pelaku UMKM.
- Inovasi tersebut mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong dari tujuh jam menjadi hanya satu jam saja.
- Alat yang memenangkan kompetisi APSTM-PT ini menggunakan sistem sirkulasi air ramah lingkungan untuk menghasilkan singkong berkualitas bersih.
SuaraMalang.id - Bayangkan jika Anda harus mencuci setengah ton singkong secara manual. Butuh waktu setidaknya tujuh jam, tenaga ekstra, dan air yang melimpah hanya untuk memastikan umbi-umbi tersebut bersih dari tanah dan getah.
Namun, di tangan tiga mahasiswa kreatif dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), pekerjaan melelahkan itu kini bisa tuntas hanya dalam waktu satu jam saja.
Melalui inovasi mesin pencuci singkong semi-mekanis berbasis drum spray dan water recirculation, tim mahasiswa Teknik Mesin UMM berhasil menghadirkan solusi konkret bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Tak sekadar inovatif, karya ini juga baru saja dinobatkan sebagai juara dalam ajang bergengsi yang digelar Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APSTM-PT) se-Indonesia.
Nova Sinanti, ketua tim pengembang, menjelaskan bahwa mesin ini lahir dari keprihatinan melihat proses produksi UMKM keripik singkong yang masih sangat tradisional. Ketergantungan pada pencucian manual menjadi penghambat produktivitas.
“Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong secara drastis. Jika manual butuh empat hingga tujuh jam, dengan alat ini hanya butuh sekitar satu jam saja,” papar Nova, Sabtu (13/6/2026).
Rahasianya terletak pada sistem ulir yang mengarahkan bahan baku secara otomatis serta fitur drum spray. Hebatnya lagi, mesin ini sangat ramah lingkungan.
Berkat sistem sirkulasi air yang terintegrasi dengan sedimen trap, air pencuci tidak langsung terbuang, melainkan disaring kembali untuk digunakan ulang tanpa mencampur kotoran dengan singkong yang sudah bersih.
Bukan hanya soal kecepatan, mesin buatan Nova, Azka Firosyan, dan Raihan Rosyadi ini juga mengincar kualitas rasa.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
Teknologi air yang mereka kembangkan didesain sebagai bantalan air agar kulit singkong terkelupas sempurna tanpa melukai dagingnya.
Hasilnya? Singkong yang dicuci menggunakan mesin ini akan menghasilkan keripik dengan warna yang lebih cerah dan tidak pahit. Sisa getah dan pasir, hilang tak berbekas.
Keberhasilan tim ini tak lepas dari bimbingan Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi'i. Sang dosen pendamping berharap karya ini tidak berhenti sebagai pajangan di lemari trofi atau sekadar prototipe perlombaan.
“Inovasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa kami mampu menerjemahkan ilmu teknik menjadi solusi nyata. Saya berharap mesin ini segera diproduksi secara massal agar manfaatnya langsung dirasakan oleh pelaku UMKM kita,” tegas Yepy.
Dalam babak final yang diikuti oleh 15 tim unggulan dari seluruh Indonesia, rancangan mahasiswa UMM ini dinilai paling solutif dan siap guna. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi
-
Latja Akpol di Polres Malang Fokus Perkuat Pengalaman Lapangan Taruna
-
Lawan Cekikan Harga BBM, Pemkot Malang Siap Hijrah ke Kendaraan Listrik
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat