- Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Malang dari Kloter 17 dan 18 tiba di Madinah pada Senin, 27 April 2026.
- Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, turut serta dalam rombongan tersebut sebagai jemaah haji reguler setelah mendaftar sejak tahun 2013.
- Jemaah Kloter 16 tertahan di Bandara Kualanamu, Medan, akibat kendala teknis pesawat yang mengharuskan pihak maskapai menjadwalkan ulang penerbangan.
SuaraMalang.id - Guratan lelah di wajah ratusan jemaah calon haji asal Kabupaten Malang seketika luruh saat embusan angin gurun menyambut kedatangan mereka di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, Senin (27/4/2026) pagi.
Namun, di balik syukur yang membuncah dari rombongan Kloter 17 dan 18, ada doa yang terselip untuk saudara mereka di Kloter 16 yang masih tertahan ribuan kilometer jauhnya.
Sebuah drama keberangkatan mewarnai perjalanan suci tahun ini. Di saat sebagian besar rombongan sudah bersiap memulai ibadah Arbain, satu kloter lainnya harus menguji kesabaran di Tanah Air.
Senin dini hari, pukul 01.55 Waktu Arab Saudi (WAS), burung besi Saudia Airlines SV-5319 yang membawa 375 jemaah Kloter SUB 17 menyentuh landasan dengan mulus.
Di tengah kerumunan jemaah berpakaian batik haji itu, tampak sosok yang akrab bagi warga Malang: Darmadi, Ketua DPRD Kabupaten Malang.
Menariknya, tak ada perlakuan istimewa. Darmadi berangkat sebagai jemaah haji reguler, hasil dari penantian panjang sejak mendaftar pada 2013 silam. Setibanya di Madinah, ia justru terlihat sibuk membantu mengoordinasikan sesama jemaah, memandu mereka berpindah dari terminal menuju bus-bus pemondokan.
"Alhamdulillah, perjalanan lancar meski sempat transit di Kualanamu. Saya daftar reguler tahun 2013 lalu, dan bersyukur tahun ini akhirnya mendapat kuota keberangkatan," ujar Darmadi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Beberapa jam kemudian, tepat pukul 06.10 WAS, kebahagiaan itu disusul oleh 376 jemaah dari Kloter SUB 18. Kini, kedua kloter tersebut telah menempati hotel masing-masing, siap menjemput pahala di Masjid Nabawi.
Namun, cerita berbeda dialami oleh jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB 16. Saat rekan sejawat mereka sudah menginjakkan kaki di Tanah Suci, rombongan ini masih harus mendekap sabar di Bandara Kualanamu (KNO), Medan.
Baca Juga: Gema Tragedi Bekasi di Stasiun Malang: KA Jayabaya Terpaksa Parkir Demi Keselamatan
Pesawat Saudia Airlines SV-5323 yang mereka tumpangi mengalami kendala teknis tak terduga. Setelah lepas landas dari Bandara Juanda pada Minggu (26/4) pagi, pesawat terpaksa mendarat di Medan dan tak bisa melanjutkan penerbangan sesuai jadwal.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa pihak maskapai tengah berjibaku melakukan penjadwalan ulang penerbangan. Meski diliputi rasa cemas akan waktu ibadah yang bergeser, otoritas terkait memastikan seluruh jemaah Kloter 16 mendapatkan penanganan dan akomodasi yang layak selama masa tunggu di Medan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi