Wakos Reza Gautama
Selasa, 28 April 2026 | 13:55 WIB
Ilustrasi Kloter 16 jemaah calon haji Embarkasi Surabaya asal Malang tertahan di Kualanamu. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Ratusan jemaah haji asal Kabupaten Malang dari Kloter 17 dan 18 tiba di Madinah pada Senin, 27 April 2026.
  • Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, turut serta dalam rombongan tersebut sebagai jemaah haji reguler setelah mendaftar sejak tahun 2013.
  • Jemaah Kloter 16 tertahan di Bandara Kualanamu, Medan, akibat kendala teknis pesawat yang mengharuskan pihak maskapai menjadwalkan ulang penerbangan.

SuaraMalang.id - Guratan lelah di wajah ratusan jemaah calon haji asal Kabupaten Malang seketika luruh saat embusan angin gurun menyambut kedatangan mereka di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah, Senin (27/4/2026) pagi.

Namun, di balik syukur yang membuncah dari rombongan Kloter 17 dan 18, ada doa yang terselip untuk saudara mereka di Kloter 16 yang masih tertahan ribuan kilometer jauhnya.

Sebuah drama keberangkatan mewarnai perjalanan suci tahun ini. Di saat sebagian besar rombongan sudah bersiap memulai ibadah Arbain, satu kloter lainnya harus menguji kesabaran di Tanah Air.

Senin dini hari, pukul 01.55 Waktu Arab Saudi (WAS), burung besi Saudia Airlines SV-5319 yang membawa 375 jemaah Kloter SUB 17 menyentuh landasan dengan mulus.

Di tengah kerumunan jemaah berpakaian batik haji itu, tampak sosok yang akrab bagi warga Malang: Darmadi, Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Menariknya, tak ada perlakuan istimewa. Darmadi berangkat sebagai jemaah haji reguler, hasil dari penantian panjang sejak mendaftar pada 2013 silam. Setibanya di Madinah, ia justru terlihat sibuk membantu mengoordinasikan sesama jemaah, memandu mereka berpindah dari terminal menuju bus-bus pemondokan.

"Alhamdulillah, perjalanan lancar meski sempat transit di Kualanamu. Saya daftar reguler tahun 2013 lalu, dan bersyukur tahun ini akhirnya mendapat kuota keberangkatan," ujar Darmadi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Beberapa jam kemudian, tepat pukul 06.10 WAS, kebahagiaan itu disusul oleh 376 jemaah dari Kloter SUB 18. Kini, kedua kloter tersebut telah menempati hotel masing-masing, siap menjemput pahala di Masjid Nabawi.

Namun, cerita berbeda dialami oleh jemaah yang tergabung dalam Kloter SUB 16. Saat rekan sejawat mereka sudah menginjakkan kaki di Tanah Suci, rombongan ini masih harus mendekap sabar di Bandara Kualanamu (KNO), Medan.

Baca Juga: Gema Tragedi Bekasi di Stasiun Malang: KA Jayabaya Terpaksa Parkir Demi Keselamatan

Pesawat Saudia Airlines SV-5323 yang mereka tumpangi mengalami kendala teknis tak terduga. Setelah lepas landas dari Bandara Juanda pada Minggu (26/4) pagi, pesawat terpaksa mendarat di Medan dan tak bisa melanjutkan penerbangan sesuai jadwal.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa pihak maskapai tengah berjibaku melakukan penjadwalan ulang penerbangan. Meski diliputi rasa cemas akan waktu ibadah yang bergeser, otoritas terkait memastikan seluruh jemaah Kloter 16 mendapatkan penanganan dan akomodasi yang layak selama masa tunggu di Medan.

Load More