- Gus Thuba dan organisasi Yakuza Maneges melaporkan dugaan pelecehan seksual oleh oknum pengasuh yayasan berinisial MR di Malang.
- Pelaku diduga melakukan tindakan keji terhadap tiga santriwati dengan memanfaatkan relasi kuasa serta memberikan uang tutup mulut.
- Petugas Polres Malang telah menggelandang terduga pelaku MR ke ruang pemeriksaan untuk menjalani proses hukum atas perbuatannya.
SuaraMalang.id - Sabtu sore (13/6/2026), puluhan pria berpenampilan khas organisasi Yakuza Maneges tampak memenuhi area depan Mapolres Malang.
Di tengah barisan, sosok Gus Thuba Topo Broto Maneges melangkah mantap, mengawal langsung beberapa santriwati yang membawa luka batin mendalam.
Sang cucu ulama legendaris Gus Miek tersebut datang untuk menuntut keadilan. Ia membawa bukti dan kesaksian atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pengasuh Yayasan Pendidikan Islam Baytul Makmur di Bululawang, berinisial MR.
Para korban, inisial F, C, dan H, adalah santri putri yang terjebak dalam pusaran relasi kuasa. Sebagai murid yang dididik untuk patuh dan tawadu pada kiai, mereka awalnya tak berdaya menghadapi tangan-tangan jahil sang pengasuh.
"Ini adalah extraordinary crime. Korban berada di bawah relasi kuasa pelaku dan tidak bisa melawan," tegas Muhammad Zaki, tim hukum korban sekaligus pengurus Yakuza Maneges Malang Raya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Zaki membeberkan modus klasik namun keji yang diduga dilakukan MR. Tak hanya sekadar meraba-raba tubuh korban, pelaku juga menggunakan uang tutup mulut sebagai iming-iming agar para santriwati ini tetap bungkam.
Tak lama setelah laporan masuk, sebuah pemandangan dramatis tersaji. Seorang pria yang diduga kuat sebagai MR terlihat digelandang petugas menuju ruang pemeriksaan Satuan Reserse PPA dan PPO.
Wajahnya tertutup rapat oleh jaket, seolah tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa kedoknya kini telah tersingkap.
Zaki sempat berpapasan langsung dengan pria tersebut saat proses pemeriksaan dimulai.
"Ya, tadi yang digelandang itu pelakunya. Kita sempat berbicara, kok bisa tega berbuat seperti itu pada santriwati sendiri," ujarnya.
Baca Juga: Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
Berita Terkait
-
Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi
-
Lawan Cekikan Harga BBM, Pemkot Malang Siap Hijrah ke Kendaraan Listrik
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026