Wakos Reza Gautama
Selasa, 28 April 2026 | 10:06 WIB
Ilustrasi KA Jayabaya. Kecelakaan KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur berimbas pada pembatalan perjalanan kereta api dari Stasiun Malang pada Selasa, 28 April 2026. [Dok Instagram @KAI121]
Baca 10 detik
  • Tabrakan kereta di Bekasi Timur pada 28 April 2026 menyebabkan pembatalan perjalanan KA Jayabaya relasi Malang-Pasar Senen.
  • PT KAI Daop 8 Surabaya membatalkan jadwal perjalanan tersebut demi menjaga aspek keselamatan penumpang akibat proses evakuasi jalur.
  • Seluruh penumpang yang terdampak berhak mendapatkan pengembalian biaya tiket penuh atau memilih opsi penjadwalan ulang perjalanan kereta.

SuaraMalang.id - Efek domino dari tabrakan hebat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur terasa hingga ke jantung Jawa Timur.

Selasa pagi, 28 April 2026, suasana di Stasiun Malang tak seperti biasanya. Deru mesin KA Jayabaya yang seharusnya bersiap membelah jalur menuju ibu kota, terpaksa senyap.

Tragedi di wilayah Daop 1 Jakarta itu mengirimkan riak duka sekaligus tantangan operasional yang luar biasa. Demi alasan yang tak bisa ditawar,keselamatan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya mengambil keputusan membatalkan perjalanan KA 94-91 Jayabaya relasi Malang-Pasar Senen.

Di tengah kesibukan mengatur ulang jadwal yang berantakan, KAI Daop 8 Surabaya tak lupa mengirimkan pesan kemanusiaan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan rasa empati yang mendalam bagi para korban di titik kejadian.

"Kami menyampaikan duka mendalam bagi seluruh korban dan keluarga yang terdampak insiden di Daop 1 Jakarta. Fokus kami saat ini adalah mendukung agar proses penanganan di lokasi berjalan lancar dan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik," ujar Mahendro, Selasa (28/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Permohonan maaf pun meluncur bagi para calon penumpang di Malang yang rencana perjalanannya harus tertunda atau batal. KAI menyadari bahwa pembatalan ini memicu ketidaknyamanan, namun keamanan perjalanan tetap menjadi "harga mati" yang tidak bisa dikompromikan.

Keputusan memarkirkan KA Jayabaya bukan tanpa alasan. Dengan jalur yang masih dalam proses evakuasi dan normalisasi di Bekasi, memaksakan perjalanan hanya akan menambah risiko.

"Keputusan ini kami ambil sepenuhnya dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan. KAI berkomitmen untuk tetap memberikan layanan terbaik, meski dalam kondisi sulit seperti ini, dengan memastikan keselamatan pelanggan adalah prioritas utama," tegas Mahendro.

Baca Juga: Maling Tak Punya Nurani! Saat Alat Pantau Gunung Semeru di Malang Digasak

KAI memastikan tidak akan membiarkan penumpang yang terdampak menanggung kerugian materiil. Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh pemegang tiket KA Jayabaya yang batal berangkat berhak mendapatkan pengembalian biaya (refund) secara penuh alias 100 persen.

Bagi calon penumpang yang terdampak, proses pembatalan dibuat semudah mungkin:

  • Melalui Aplikasi: Penumpang dapat menggunakan aplikasi Access by KAI.
  • Melalui Loket: Pembatalan langsung di loket stasiun keberangkatan.
  • Opsi Reschedule: Selain pengembalian uang, pelanggan juga diberikan pilihan untuk menjadwal ulang perjalanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Load More