- Hujan lebat pada Selasa (28/4/2026) memicu banjir di lima kecamatan Kota Malang yang melumpuhkan akses transportasi utama.
- BPBD Kota Malang mengerahkan tim reaksi cepat untuk membantu warga serta menyedot air dari 15 titik pemukiman terdampak.
- Meskipun tidak ada korban jiwa, BPBD tetap mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan akibat drainase tersumbat.
SuaraMalang.id - Selasa (28/4/2026) sore yang basah di Kota Malang berubah menjadi situasi darurat bagi sebagian warga. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak siang hari tak hanya membawa udara dingin, tapi juga luapan air yang tak terbendung.
Akibatnya, 15 titik yang tersebar merata di lima kecamatan dikepung banjir, memaksa petugas BPBD bekerja ekstra hingga malam hari.
Banjir kali ini bukan sekadar genangan biasa. Air meluap dari saluran drainase dan sungai yang tak lagi sanggup menampung debit air, hingga akhirnya menerjang jalan raya dan merangsek masuk ke dalam pemukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat sebaran dampak yang cukup masif. Di Kecamatan Kedungkandang, kawasan Jalan Danau Kerinci, Danau Toba, Jalan Ranau, hingga Danau Maninjau sempat berubah menyerupai aliran sungai cokelat.
Tak ketinggalan, wilayah Sukun juga terdampak, khususnya di kawasan Early Warning System (EWS) Candi dan Bukit Barisan.
Di Lowokwaru, air menggenangi Jalan Bungur, Kedawung, hingga Simpang Bunga Krisan. Sementara di jantung kota, Kecamatan Klojen, Jalan Simpang Raya Langsep dan kawasan Bareng juga tak luput dari serbuan air.
"Petugas kami saat ini terus melakukan asesmen di lapangan untuk mendata kerusakan, kerugian, serta sumber daya yang terdampak. Total ada 15 titik pantauan di pusdalops," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang, Surya Adi Nugroho.
Sesaat setelah laporan masuk, tim reaksi cepat BPBD langsung diterjunkan ke lokasi-lokasi paling kritis. Fokus utama adalah membantu warga yang rumahnya terendam. Mesin-mesin pompa penyedot dikerahkan untuk membuang air dari dalam hunian warga agar aktivitas kembali normal.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, banjir sempat melumpuhkan urat nadi transportasi kota. Kendaraan-kendaraan terjebak kemacetan panjang akibat tingginya genangan air yang menghambat laju roda.
Baca Juga: Tiba di Madinah: Akhir Penantian 48 Jam Kloter 16 Malang Setelah Drama 'Technical Landing' di Medan
Setelah air mulai surut, pekerjaan belum selesai. Petugas bersama warga harus berjibaku membersihkan sisa-sisa material lumpur dan sampah yang terbawa arus ke badan jalan.
Meskipun saat ini kondisi air di sebagian besar titik sudah surut, BPBD Kota Malang mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah dengan kontur lahan cekung.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama mengingat cuaca yang masih fluktuatif. Drainase yang tersumbat menjadi salah satu pemicu utama luapan air ke rumah warga," tambah Surya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Tiba di Madinah: Akhir Penantian 48 Jam Kloter 16 Malang Setelah Drama 'Technical Landing' di Medan
-
Pesawat Alami Kendala Teknis, Satu Kloter Jemaah Calon Haji Asal Malang Tertahan di Kualanamu
-
Gema Tragedi Bekasi di Stasiun Malang: KA Jayabaya Terpaksa Parkir Demi Keselamatan
-
Maling Tak Punya Nurani! Saat Alat Pantau Gunung Semeru di Malang Digasak
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi