- Sebanyak 380 jemaah haji asal Kabupaten Malang tiba di Bandara Madinah pada Selasa, 28 April 2026.
- Kedatangan jemaah sempat tertunda selama dua hari akibat pesawat Saudia melakukan pendaratan darurat di Medan.
- Seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan telah melanjutkan perjalanan menuju pemondokan untuk memulai rangkaian ibadah.
SuaraMalang.id - Embusan angin fajar di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, Selasa (28/4/2026) pukul 04.22 Waktu Arab Saudi, terasa jauh lebih sejuk bagi 380 jemaah haji asal Kabupaten Malang. Bukan sekadar karena suhu udara, melainkan karena napas lega setelah melewati ujian kesabaran yang luar biasa.
Kelompok Terbang (Kloter) SUB 16 ini akhirnya menapakkan kaki di Tanah Suci. Kedatangan mereka mengakhiri drama penantian selama dua hari akibat insiden teknis yang memaksa pesawat Saudia SV-5323 melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan, akhir pekan lalu.
Perjalanan suci ini bermula pada Minggu (26/4/2026) pagi saat pesawat bertolak dari Bandara Juanda, Sidoarjo. Namun, baru beberapa jam mengudara, pilot mendeteksi gangguan pada sistem pesawat. Demi keselamatan ratusan nyawa di dalamnya, technical landing dilakukan di Medan pada pukul 10.15 WIB.
Harapan untuk bersujud di Masjid Nabawi pada Minggu sore pun sempat pupus. Selama dua hari, jemaah yang seharusnya sudah berada di Madinah terpaksa "mampir" di hotel transit di Medan. Ujian mental ini rupanya tak melunturkan semangat mereka.
"Seluruh jemaah yang berjumlah 380 orang (376 jemaah dan 4 petugas) dalam kondisi sehat dan bugar. Saat ini mereka sudah dalam perjalanan menuju hotel di Madinah menggunakan sembilan bus," ungkap Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, Selasa (28/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Meski jadwal berantakan, tanggung jawab tetap dikedepankan. Pihak maskapai Saudia menjamin seluruh akomodasi dan konsumsi jemaah selama tertahan di Medan.
Bahkan, sebagai bentuk permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut, jemaah mendapatkan suvenir khusus sesaat setelah mendarat di Madinah.
Proses mobilisasi jemaah dari bandara menuju pemondokan pun berlangsung kilat dan tertib. Hanya dalam waktu 20 menit, seluruh bus telah bergerak meninggalkan bandara menuju Sektor 3 Madinah.
Kini, para jemaah telah menempati Hotel Assaafa Golden, tempat mereka akan beristirahat sebelum memulai rangkaian ibadah Arbain.
Baca Juga: Pesawat Alami Kendala Teknis, Satu Kloter Jemaah Calon Haji Asal Malang Tertahan di Kualanamu
Kloter SUB 16 kini resmi bergabung dengan puluhan ribu jemaah haji Indonesia lainnya yang sudah lebih dulu tiba. Hingga Selasa pagi, tercatat 89 kloter dengan total 34.652 jemaah telah memadati Madinah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan bahwa meski sempat terjadi kendala teknis, layanan kesehatan dan bimbingan ibadah bagi Kloter 16 akan diberikan secara optimal untuk mengganti waktu yang sempat hilang.
Berita Terkait
-
Pesawat Alami Kendala Teknis, Satu Kloter Jemaah Calon Haji Asal Malang Tertahan di Kualanamu
-
Gema Tragedi Bekasi di Stasiun Malang: KA Jayabaya Terpaksa Parkir Demi Keselamatan
-
Maling Tak Punya Nurani! Saat Alat Pantau Gunung Semeru di Malang Digasak
-
Terbongkar Sindikat Pengoplos Gas Elpiji di Malang Beromzet Jutaan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi