Viral Parkir Rp50 Ribu di Kayutangan, Ternyata Cuma Bercanda?

"Hasan adalah anak yang baik. Bahkan ada pelanggan yang pernah memberikan Rp 200 ribu secara sukarela karena puas dengan pelayanannya," kata Widjaja.

Bernadette Sariyem
Jum'at, 06 Desember 2024 | 20:31 WIB
Viral Parkir Rp50 Ribu di Kayutangan, Ternyata Cuma Bercanda?
Ilustrasi parkiran. [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraMalang.id - Informasi viral di media sosial mengenai tarif parkir Rp 50 ribu di koridor Kayutangan, Kota Malang, mendapatkan tanggapan langsung dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Kepala Dishub, Widjaja Saleh Putra, menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan cenderung hoaks.

Informasi tersebut pertama kali muncul melalui akun TikTok bernama @nuke.limanov. Namun, setelah dilakukan klarifikasi dan pengecekan, ditemukan bahwa tidak ada paksaan atau tawar-menawar terkait tarif parkir seperti yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

Kronologi Peristiwa Menurut penjelasan Widjaja, kejadian tersebut bermula saat lahan parkir mobil di kawasan Kayutangan sudah penuh. Juru parkir bernama Hasan kemudian mengarahkan pelanggan untuk parkir di area roda dua.

"Juru parkir mengatakan, ‘Rp 50 ribu juga tidak apa-apa,’ sebagai jawaban bercanda karena pelanggan sendiri yang menyatakan bersedia membayar lebih untuk parkir di area roda dua," ujar Widjaja dalam keterangannya, Jumat (6/12/2024).

Baca Juga:Parkir di Kayutangan Rp50 Ribu?! Viral Keluhan Tarif Parkir Fantastis di Malang

Pelanggan kemudian memberikan Rp 50 ribu secara sukarela tanpa paksaan. Widjaja menegaskan bahwa tidak ada tawar-menawar seperti yang viral di media sosial.

Penjelasan Juru Parkir dan Fakta di Lapangan Widjaja telah bertemu langsung dengan juru parkir dan pemilik akun TikTok yang mengunggah informasi tersebut. Berdasarkan video yang direkam, tidak ada indikasi pemaksaan atau tindakan tidak wajar oleh juru parkir.

"Hasan adalah anak yang baik. Bahkan ada pelanggan yang pernah memberikan Rp 200 ribu secara sukarela karena puas dengan pelayanannya," kata Widjaja.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemilik akun TikTok sebenarnya tidak berada di lokasi kejadian dan hanya mendapatkan informasi dari anaknya yang merekam video.

Kerugian dan Imbauan Dishub Viralnya informasi ini telah menyebabkan kerugian ekonomi dan mencoreng citra layanan parkir di kawasan Kayutangan.

Baca Juga:Bye-Bye Parkir Sembarangan! Malang Gencar Tertibkan Parkir, Efeknya Dahsyat

Widjaja mengajak masyarakat untuk mengedepankan klarifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum tentu benar.

"Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran. Jika ada keluhan soal parkir, silakan sampaikan langsung ke Dishub. Kami siap menerima aduan dan terus berupaya untuk berbenah," tambahnya.

Pembelajaran dari Peristiwa Ini Dishub Kota Malang berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

Kejadian ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan parkir di kawasan wisata seperti Kayutangan.

Sementara itu, upaya untuk mendapatkan tanggapan dari pemilik akun TikTok masih belum membuahkan hasil.

Kontributor : Elizabeth Yati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak