Makan Sehat di Sekolah, Kota Batu Anggarkan Rp61 Miliar untuk 31 Ribu Pelajar SD dan SMP

Dengan jumlah pelajar SD dan SMP mencapai 31 ribu orang dan anggaran minimal Rp 7.500 per siswa per hari, dibutuhkan sekitar Rp 61 miliar per tahun.

Bernadette Sariyem
Rabu, 06 November 2024 | 11:35 WIB
Makan Sehat di Sekolah, Kota Batu Anggarkan Rp61 Miliar untuk 31 Ribu Pelajar SD dan SMP
Ilustrasi makan gratis di sekolah. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraMalang.id - Program makan bergizi gratis untuk pelajar kembali dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kota Batu sebagai bagian dari Gerakan Nasional Aksi Bergizi.

Dalam kegiatan yang dipantau langsung oleh Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, ini, selain menyediakan makanan sehat, juga ditekankan penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk mengurangi potensi masalah sampah.

Aries mengungkapkan bahwa gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya gizi seimbang.

“Inovasi ini mendukung program aksi bergizi dengan penyajian makanan sehat yang dikemas ramah lingkungan. Makanan yang sehat akan menyiapkan generasi kita menuju 2045 yang cerdas dan sehat,” ujar Aries, DIKUTIP Rabu (6/11/2024).

Baca Juga:Apel Identitas Kota Batu, Firhando Gumelar Diminta Tak Lupakan Pertanian

Dalam upaya mencegah timbunan sampah, Aries menambahkan bahwa siswa diwajibkan menyimpan dan membersihkan kotak makanan mereka di sekolah sebelum diambil kembali oleh penyedia makanan. Langkah ini diharapkan mengajarkan tanggung jawab sekaligus memberi contoh praktik ramah lingkungan.

Program ini diperkirakan akan membutuhkan anggaran besar jika diterapkan secara menyeluruh di Kota Batu.

Dengan jumlah pelajar SD dan SMP mencapai 31 ribu orang dan anggaran minimal Rp 7.500 per siswa per hari, dibutuhkan sekitar Rp 61 miliar per tahun.

Aries berharap anggaran tersebut dapat digunakan untuk memanfaatkan produk lokal seperti sayuran, ayam, daging, dan telur dari petani Kota Batu, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.

Selain menyediakan makanan bergizi, Gerakan Nasional Aksi Bergizi di SMPN 2 Batu juga melibatkan pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia, terutama pada remaja putri.

Baca Juga:Pengamat: Orang Tua Fondasi Penting Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Kota Batu

Anemia pada remaja merupakan salah satu faktor risiko stunting, yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan optimal.

“Makan bergizi dan pemeriksaan Hb adalah langkah pencegahan stunting. Dengan mendeteksi anemia sejak dini dan memberikan tablet tambah darah, kita bisa berkontribusi nyata dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas,” pungkas Aries.

Acara ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-60, dengan komitmen meningkatkan kesehatan pelajar dan kualitas generasi masa depan di Kota Batu.

Kontributor : Elizabeth Yati

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak