“Waktu banyak orang datang, mereka pun mencari tahu sebabnya. Ada yang menyebutkan warna merah diciptakan oleh batu yang ada dalam kedung. Malam itu batunya sudah diambil oleh warga Dusun Baran, Desa Kidal,” ujar Yudianto.
Namun, Yudianto juga enggan berspekulasi apakah benar batu tersebut yang menyebabkan air berwarna merah. Ia mengakui mendapatkan video lain yang menunjukkan batu tersebut dicelupkan ke air dan mengeluarkan cairan merah, tetapi proses mencelupkan atau merendam batu tidak terlihat dalam video tersebut.
Sementara itu, Camat Tumpang, Drs Nandang Djumantara, menyatakan bahwa pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti dari fenomena air merah ini.
“Saya konfirmasi kepada kepala desa dan ke sumbernya langsung. Mereka tidak tahu sebabnya,” ucap Nandang.
Baca Juga:Heboh! Air di Kidal Berubah Warna Darah Jelang 1 Suro
Nandang menambahkan bahwa fenomena ini tidak mempengaruhi ekosistem di aliran sumber air kedung, karena ikannya tetap hidup dan tidak ada bekas warna merah di dinding aliran air.
“Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah datang ke lokasi untuk mengambil sampel air. Kami menunggu hasilnya,” tambahnya.
Nandang meminta warga tetap tenang dan tidak resah, serta tidak mengaitkan fenomena ini dengan hal-hal mistis atau negatif.
“Kami minta warga mengambil hikmah dari kejadian ini, selalu bersyukur dan terus berdoa untuk kebaikan,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, fenomena air merah di Desa Kidal ini terjadi menjelang 1 Suro atau 1 Muharram, dan sempat viral di media sosial.
Baca Juga:Sanusi Siap Berlaga di Pilkada Malang 2024, Tunggu Restu Megawati dan Pendamping Misterius
Kontributor : Elizabeth Yati