Kota Malang Dapat Julukan Kota Wisata Banjir, Wali Kota Sutiaji: Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan

Wali Kota Sutiaji mengatakan, permasalahan banjir di Kota Malang ditargetkan tuntas pada 2028.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 12 Mei 2023 | 11:25 WIB
Kota Malang Dapat Julukan Kota Wisata Banjir, Wali Kota Sutiaji: Masyarakat Jangan Buang Sampah Sembarangan
Suasana banjir yang sempat terjadi di kawasan Kedawung Kota Malang. [Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia]

Sebelumnya beredar, beredar video satir terkait fenomena banjir di Kota Malang. Dijelaskan, ada enam rekomendasi lokasi wisata air gratis. Diantaranya, Waterboom Suhat (Soekarno-Hatta), Kolam Kedawung, Bandulan Waterpark, Waterboom Sawojajar, Sulfat Rafting dan Galunggung Sea World.

Video tersebut merupakan bentuk sindiran terhadap Pemerintah Kota Malang yang dianggap tidak cakap dalam menyelesaikan persoalan banjir menahun tersebut.

Ketua RW 11, Lowokwaru Didik Karsono, misalanya, membenarkan jika wilayahnya selalu dilanda banjir sejak 18 tahun silam. Didik menyebut dari wilayahnya hingga kawasan Kedawung, yang masuk dalam daftar enam rekomendasi wisata banjir Kota Malang, kerap menjadi langganan bencana tersebut.

"Dari sungai Telkom itu sampai Kedawung belakang sedikit setiap hujan deras langganan banjir," ujar Didik seperti dikutip Times Indonesia-jaringan Suara.com pada Selasa (9/5/2023).

Baca Juga:Riuh Netizen Sebut Kota Malang Punya Wisata Air yang Muncul Saat Hujan, Begini Faktanya

Didik mengungkapkan, jika penanganan yang dilakukan pemkot tidak menyeluruh dan kontinyu, karena selama ini hanya bersifat isidentil. Sehingga tidak berpengaruh besar dalam mengatasi banjir di kawasan.

"Hanya pengerukan sungai di samping Telkom. Terus ada tembok jebol di Santrean dekat DAMRI itu masuk wilayah RT 04 sudah hampir satu tahun lebih belum ada perbaikan," katanya.

Meski sempat diusulkan warga untuk segera dibenahi. Namun, dalih Pemkot Malang bahwa sungai tersebut milik provinsi dan tak bisa dilakukan pembenahan.

"Alasannya milik provinsi. Padahal tembok itu yang ambrol akibatnya tiga titik terjadi banjir. Di Santrean atau di DAMRI itu lalu air masuk ke rumah warga, itu bisa satu meter lebih tinggi airnya," jelasnya.

Kontributor : Aziz Ramadani

Baca Juga:Kondisi Terkini Banjir Malang Selatan, Seekor Sapi Dievakuasi Menerjang Banjir

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini