Petani Banyuwangi Terhimpit, Pupuk Subsidi Langka, Lalu yang Nonsubsidi Kian Mahal

Petani di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ) mengeluh karena pupuk subsidi semakin langka.

Muhammad Taufiq
Selasa, 20 September 2022 | 16:13 WIB
Petani Banyuwangi Terhimpit, Pupuk Subsidi Langka, Lalu yang Nonsubsidi Kian Mahal
Ilustrasi pupuk bersubsidi [Foto: Suaraindonesia]

SuaraMalang.id - Petani di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ) mengeluh karena pupuk subsidi semakin langka. Selain itu, mereka juga terhimpit dengan harga pupuk non-subsidi yang semakin mahal harganya.

Khoirul Anam, salah satu petani milenial di Desa Pakel Kecamatan Licin Banyuwangi mengaku jika kondisi ini tengah dialami selama dua bulan terakhir. Bahkan pada musim panen terakhir dia tidak menghasilkan keuntungan.

Secara kalkulasi, dari total modal yang dikeluarkan untuk membeli pupuk dan biaya operasional mulai tanam hingga panen, hasil panen Anam tidak sampai lebih dari seluruh biayanya yang dikeluarkan. Dia merugi hanya demi tetap mempertahankan ketersediaan pangan.

Biasanya, Anam membeli pupuk subsidi di kios-kos pupuk di Desanya. Namun stok pupuk subsidi selalu kosong sejak dua bulan ini.

Baca Juga:Pulau Merah Banyuwangi Mulai Tak Aman, Dua Wisatawan Dikeroyok Bandit, HP dan Uang Dirampas

Selain itu, problem yang dialami para petani Banyuwangi juga mengenai harga komoditi yang terbilang stagnan dan jarang mengalami kenaikan, pun saat harga naik, angka kenaikan juga tak begitu signifikan.

"Sulit sekali mencari pupuk, bayangkan jika kita harus membeli yang non subsidi yang harganya mahal, sedangkan harga komoditi kita sangat jarang mengalami kenaikan," kata Anam, Selasa (10/9/2022).

Setiap tahunnya Anam biasa menanam padi kisaran tiga hingga empat kali, mulai proses tanam hingga panen biasanya memakan waktu sekitar 3 sampai 4 bulan dengan menggunakan pupuk subsidi jenis urea sebanyak 8 sak, ditambah lagi obat-obatan lain yang mencapai Rp 5 juta, Namun di akhir tahun 2022, yang merupakan musim tanam terakhir Anam kesulitan untuk menentukan langkah, melanjutkan penanaman atau berhenti menyuplai ketersediaan pangan di daerah.

"Saat ini sudah memasuki musim tanam, sedangkan pupuk sulit didapatkan, kita dilema mau melangkah seperti apa," ungkap Anam.

Dia berharap persoalan pupuk langka ini segera ditindaklanjuti para pemangku kebijakan, mengingat ketersediaan bahan pangan merupakan kebutuhan pokok secara nasional.

Baca Juga:Aksi Demo Tolak Kenaikan BBM, Massa Copot Nama Gedung DPRD Banyuwangi, Diganti Tulisan 'Mosi Tidak Percaya'

"Harapannya persoalan pupuk langka ini segera ditemukan solusinya, setelah itu langsung suplai petani-petani di daerah, bayangkan kalau misal petani susah tidak mau bercocok tanam, kira-kira bagaimana?, bayangkan saja suda," ujar Anam.

Kontributor : Achmad Hafid Nurhabibi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini