"Alhamdulillah, hasil dari pertemuan itu disepakati bahwa semua pihak siap menjaga situasi kedua wilayah tetap kondusif," ujarnya.
Diketahui, pertemuan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan warga Desa Banyuanyar dan Desa Mulyorejo, guna menjaga kondusifitas wilayah dengan cepat merespon potensi permasalahan yang terjadi di masyarakat.
Sehingga kedua pihak secara bersama-sama memperkuat ketahanan wilayah dan sinergi para pemangku kepentingan, dan mempercayakan penyelesaian permasalahan hukum yang terjadi sepenuhnya kepada pihak berwajib.
Perlu diketahui, sebelumnya sekelompok orang dari Desa Banyuanyar membakar beberapa rumah warga di Desa Mulyorejo hingga menyebabkan rumah rusak dan belasan kendaraan terbakar, serta uang puluhan juta dikabarkan hilang. Aksi serangan massa itu dipicu aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum salah satu kelompok warga yang bermukim di Desa Mulyorejo selama bertahun-tahun.
Baca Juga:Usai Aksi Pembakaran, Polisi Patroli untuk Pastikan Situasi Kondusif di Mulyorejo Jember
"Untuk memberikan rasa aman warga, sudah kami tempatkan sejumlah personel di titik-titik rawan, kami juga membentuk Tim Khusus yang akan menyelidiki akar dari permasalahan yang berujung pada aksi pembakaran rumah dan kendaraan," ujar AKBP Hery Purnomo, Kapolres Jember.
Pihak kepolisian akan menindak tegas, masih Hery, perbuatan aksi premanisme yang selama ini menjadi ketakutan para petani kopi.
"Terkait aksi premanisme yang di lakukan sebagian kelompok itu, kami sedang melakukan pemburan terhadap mereka," tegasnya.
Selain itu, Hery mengimbau kepada masyarakat untuk tidak tergiur dan percaya jika ada pihak yang memberikan janji bisa menyelesaikan batas lahan kebun kopinya dan tidak mudah terprovokasi yang justru merugikan dirinya sendiri.
Baca Juga:Akar Masalah Konflik Sosial Warga di Mulyorejo Jember Dipicu Pemalakan Petani Kopi