facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejumlah Anak dan Orang Dewas Meninggal Gegara Demam Berdarah di Probolinggo

Muhammad Taufiq Selasa, 24 Mei 2022 | 14:55 WIB

Sejumlah Anak dan Orang Dewas Meninggal Gegara Demam Berdarah di Probolinggo
Ilustrasi Nyamuk Betina (pixabay)

Kasus demam berdarah dengue (DBD) menyebabkan sejumlah anak-anak dan orang dewasa meninggal dunia sejak Januari di Probolinggo Jawa Timur.

SuaraMalang.id - Kasus demam berdarah dengue (DBD) menyebabkan sejumlah anak-anak dan orang dewasa meninggal dunia sejak Januari di Probolinggo Jawa Timur.

Mereka ini terdiri dari tiga anak-anak dan satu orang dewasa. Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Mujoko di wilayah setempat, Selasa (24/05/2022).

Menurut dia faktor kematian terjadi karena pasien datang ke puskesmas sudah dalam kondisi kurang baik, sehingga begitu masuk rumah sakit kondisinya sudah memburuk dan berdasarkan informasi rata-rata kematian itu karena faktor dehidrasi.

"Kasus DBD selama empat bulan terakhir meningkat. Berdasarkan data jumlah kasus DBD sejak Januari hingga April 2022 tercatat sebanyak 212 kasus dan empat pasien di antaranya meninggal dunia," katanya dikutip dari Antara.

Baca Juga: Jalan Alternatif di Desa Tambakukir Probolinggo Tertimbun Longsor

"Intinya pasien DBD harusnya tidak boleh ada kasus kematian, namun karena kematian itu menurut data yang ada virulensinya begitu ganas dan cepat sekali. Penanganannya sebetulnya kalau diikuti sudah ditangani dengan baik, tetapi balik lagi kecepatan recovery," tuturnya.

Secara teori, lanjut dia, pasien DBD jarang yang meninggal tetapi kecepatan DBD itu luar biasa seperti air bah karena jika sampai hari kelimanya lolos maka akan lolos, tetapi kalau semisal semakin memburuk sampai hari kelima biasanya cenderung meninggal dunia karena tubuhnya sudah drop dan banyak pembuluh darah yang pecah, katanya.

Ia mengimbau untuk masyarakat harus waspada karena sudah memasuki musim hujan karena di Kabupaten Probolinggo khususnya tepi pantai yang merupakan daerah endemis, sehingga setiap tahun pasti ada yang terkena DBD.

"Usaha pencegahan paling sederhana adalah di tempat tidur dikasih kelambu karena nyamuk Aedes Agepty itu datangnya pagi mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB dan sore pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB," katanya.

Mujoko mengimbau masyarakat mengenali gejala penyakit DBD yakni seperti orang sakit berupa batuk, demam, pilek, kecapekan dan sebagainya, sehingga dapat berobat ke puskesmas atau rumah sakit sebelum kondisi pasien memburuk.

Baca Juga: 14 Kasus Kekerasan Pada Anak di Probolinggo, Komnas PA Probolinggo: Kasusnya Naik 50 Persen...

"Gejala awal adalah panas, lemah, lesu sekali dan semuanya menurun. Biasanya kalau anak-anak gerakannya luar biasa tiba-tiba menurun. Jika dewasa itu sudah merasa loyo dan lemah," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait