Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi

Dinas Kesehatan Kota Malang memperketat pengawasan terhadap 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Wakos Reza Gautama
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:53 WIB
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi
Ilustrasi SPPG. Dinas Kesehatan Kota Malang memperketat pengawasan terhadap 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayahnya. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Dinas Kesehatan Kota Malang memperketat pengawasan terhadap 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di wilayahnya.
  • Sebanyak 16 dapur masuk zona merah karena gagal memenuhi standar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi minimal 80.
  • Tindakan tegas ini diambil setelah muncul dugaan kasus keracunan makanan di salah satu sekolah Kota Malang.

SuaraMalang.id - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Malang kini tengah memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar makanan yang sampai ke tangan siswa benar-benar aman dan higienis.

Hingga kini, dari total 87 titik SPPG yang tersebar di seantero Kota Malang, baru 71 dapur yang berhasil mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sementara itu, 16 dapur lainnya masih terjebak dalam zona merah karena gagal memenuhi standar kesehatan.

Kepala Diskes Kota Malang, Husnul Muarif, menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi bagi pengelola dapur yang bermain-main dengan kebersihan.

Untuk mendapatkan rekomendasi SLHS, sebuah dapur harus melewati Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dengan nilai minimal 80.

Baca Juga:Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI

"Ada 16 SPPG yang rekomendasinya belum keluar. Kami sudah lakukan inspeksi, namun mereka belum memenuhi indikator minimal," ujar Husnul saat ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (27/7/2026).

Ketidakmampuan memenuhi standar ini bukan tanpa alasan. Diskes menyoroti beberapa titik kritis yang sering diabaikan, mulai dari kualitas air yang mengandung zat kimia atau mikrobiologi berbahaya, cara pengolahan makanan, hingga kompetensi petugas penjamah makanan yang wajib memiliki pelatihan khusus.

Prosesnya tidak main-main. Sampel air dan makanan yang sudah jadi dikirim langsung ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk dipreteli secara ilmiah. Jika ditemukan bakteri atau kandungan kimia yang tak sesuai syarat, rekomendasi langsung ditahan.

Husnul menceritakan betapa ketatnya proses ini hingga ada pengelola dapur yang harus jatuh bangun memperbaiki fasilitas mereka.

"Kami lakukan visitasi ulang dan tunjukkan mana titik kritisnya. Bahkan, ada teman-teman (pengelola dapur) yang sampai empat kali melakukan uji ulang karena belum lolos juga," tambahnya.

Baca Juga:Fenomena Gunung Es HIV di Malang: Mulai dari Ibu Hamil hingga Anak yang Tertular

Ketegasan Diskes ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran publik pasca munculnya dugaan kasus keracunan di salah satu sekolah beberapa waktu lalu.

Husnul memastikan pihaknya telah bergerak cepat mengambil sampel menu MBG di sekolah tersebut untuk diperiksa secara mendalam. Ironisnya, dapur yang terlibat dalam insiden tersebut sebenarnya sudah memiliki rekomendasi SLHS. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini