facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Banjir Rob Merendam Sebagian Wilayah Probolinggo, Begini Penjelasan BMKG

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 20 Mei 2022 | 19:53 WIB

Banjir Rob Merendam Sebagian Wilayah Probolinggo, Begini Penjelasan BMKG
Banjir Rob menggenangi pemukiman warga di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.(Foto: Dicko W/TIMES Indonesia)

Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya telah mengeluarkan peringatan dini banjir Rob.

SuaraMalang.id - Wilayah pesisir Probolinggo, Jawa Timur terendam banjir Rob. Kawasan terdampak meliputi Mayangan, Kota Probolinggo. Kemudian pesisir Gending, Kalibuntu dan pesisir Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Gelombang air pasang telah terjadi, pada Minggu (15/5/2022) lalu. Bogel, seorang warga desa setempat mengatakan, banjir Rob ini biasa terjadi setiap tahunnya. Biasanya terjadi pada bulan April, Mei, Juni dan bulan Juli. 

Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya telah mengeluarkan peringatan dini banjir Rob.

Prakirawan BMKG Maritim Stasiun Tanjung Perak, Ady Hermanto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/5/2022) mengatakan, selain adanya bulan purnama, saat ini posisi bulan hampir sejajar dengan matahari. BMKG menyebut, bahwa banjir Rob kali ini terjadi pada siang hari. Yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga puncaknya pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Tiga Hari Terendam Banjir, 18 Desa di Kecamatan Tabang Belum Dapatkan Bantuan dari Pemkab Kukar

Jika banjir umumnya disebabkan oleh curah hujan tinggi, daerah resapan air kurang, serta luapan air sungai dari hulu ke hilir, maka rob tidak hanya dipengaruhi faktor tersebut. Terdapat pemicu lain yang menjadi penyebab banjir rob meski tidak secara langsung.

Sudah bukan hal aneh jika pemanasan global menyebabkan berbagai dampak bagi bumi, termasuk memperparah banjir Rob. Pemanasan global adalah peristwa alam yang membuat rata-rata suhu dunia meningkat.

Peningkatan suhu udara ini akan berakibat pada lelehnya es di kutub bumi, pertambahan volume air laut dan meningkatkan muka air laut. Kenaikan muka air laut akan menyebabkan banjir Rob semakin parah ketika air laut pasang dan masuk ke daratan.

Banjir Rob di kawasan pesisir menjadi permasalahan yang saat ini sangat sukar untuk diselesaikan khususnya kota-kota besar di Indonesia.

Baca Juga: Musala di Pasuruan Rusak Diterjang Banjir Rob

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait