"Karenanya, sejak awal, Pemerintah Indonesia melakukan upaya diplomasi untuk bisa secara cepat dan lancar mendapatkan akses vaksin," kata Usman.
Dia menekankan, ketercukupan stok vaksin sangat penting dalam menyukseskan program vaksinasi nasional.
Di samping itu, Pemerintah juga sangat mengharapkan peran aktif masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi ini, demi terbangunnya herd immunity di Tanah Air.
"Perpaduan antara vaksinasi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci untuk melawan pandemi COVID-19 ini," ujarnya.
Baca Juga:Pemkot Solo Kebut Vaksinasi, 14.602 Anak Telah Disuntik Sinovac
Usman menambahkan di 2022 Indonesia akan memulai vaksin booster, oleh karenanya stok
vaksin terus ditambah.
Ada dua skenario disiapkan untuk vaksin booster COVID-19 yang rencananya dimulai pada Januari 2022.
Pertama, vaksin booster diberikan gratis bagi para lanjut usia dan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dengan menggunakan APBN.
Kedua, vaksin booster akan dapat diberikan dengan skema berbayar bagi kategori penerima vaksin di luar PBI, yaitu warga non lansia yang tidak ikut BPJS Kesehatan.
Vaksin booster non-APBN akan tersedia di perusahaan farmasi yang akan langsung dijual ke masyarakat.
Baca Juga:Studi Terbaru: Dua Dosis dan Booster Vaksin Sinovac Tak Ampuh Lawan Varian Omicron
"Saat ini vaksin booster belum diperbolehkan, harap masyarakat mematuhinya," katanya. ANTARA