alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sedih! Atlet Disabilitas Banyuwangi Raih Berbagai Prestasi Tanpa Didukung Pemda

Muhammad Taufiq Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Sedih! Atlet Disabilitas Banyuwangi Raih Berbagai Prestasi Tanpa Didukung Pemda
Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia cabang Banyuwangi Peni Munawaroh [Foto: Timesindonesia]

Bangga sekaligus sedih melihat cerita atlet disabilitas Dian Gusti Pangayom. Atlet pralympic ini menorehkan berbagai prestasi untuk daerahnya.

SuaraMalang.id - Bangga sekaligus sedih melihat cerita atlet disabilitas Dian Gusti Pangayom. Atlet pralympic ini menorehkan berbagai prestasi untuk daerahnya, tapi saat ditanya apakah ada peran pemerintah setempat? Jawabannya tidak ada.

Dian memang sukses menorehkan beragam prestasi bagi daerahnya. Pada gelaran Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Jawa Timur tahun 2021 ini, Dian bersama rekan atlet disabilitas lainnya berhasil mengharumkan nama Banyuwangi dengan meraih sejumlah medali emas dan perak.

Namun di balik gemilang prestasi ini, masih membekas kesedihan diingatan Peni Munawaroh, Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia cabang Banyuwangi.

Betapa tidak, para atlet disabilitas ini harus berlaga mewakili Banyuwangi tanpa kepedulian Pemerintah setempat. Mereka harus berjuang sendiri untuk kepentingan olahraga Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Kontroversi Aturan Baru Nikah Siri Bisa Dapat KK, Begini Respons Kanwil Kemenag Banyuwangi

"Dian Gusti Pangayom, atlet kita ini kemarin dapat emas di Peparprov dan sekarang sedang Puslatda (pemusatan latihan daerah) untuk persiapan mengikuti Peparnas (Pekan Paralympic Nasional) di Papua," kata Peni, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Selasa (12/10/2021).

"Kami berjuang sendiri dengan kocek sendiri. Kami hanya ingin bagaimana Banyuwangi tidak dipermalukan," ujarnya menegaskan.

Peni bercerita, sebelum Peparprov 2021 dimulai, pihaknya sempat meminta perhatian dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi.

Saat itu, hanya secuil perhatian saja yang dicurahkan dari pemerintah setempat. Cuman dibekali uang Rp 1,5 juta saja untuk 9 atlet disabilitas beserta seorang official. Mereka dipaksa agar bisa bertahan hidup di medan laga.

Meski berlaga dengan secuil restu dari pemerintah setempat, para atlet disabilitas ini tidak kemudian patah asa. Mental juara mereka terbukti nyata. Mampu mengharumkan olahraga Kabupaten Banyuwangi dengan membawa pulang medali. Emas lagi!

Baca Juga: Ahok ke Banyuwangi Bertemu Bupati Ipuk, Ini yang Dibahas Keduanya

"Kami ini malu sebenarnya dengan orang tua atlet kami, padahal mereka sudah berjuang demi nama Kabupaten Banyuwangi," kata Peni dengan nada emosi yang disusul airmatanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait