alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seniman di Banyuwangi Disuntik Vaksin Usai Ngamen

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 10 Oktober 2021 | 05:05 WIB

Seniman di Banyuwangi Disuntik Vaksin Usai Ngamen
Seniman di Banyuwangi mengikuti vaksinasi. [FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia]

Vaksinasi kali ini juga menyasar para pelaku seni (seniman) tari jaranan usai ngamen atau pentas di jalanan.

SuaraMalang.id - Vaksinasi Covid-19 di Banyuwangi terus digenjot demi terciptanya herd immunity atau kekebalan komunal. Terbaru, vaksinasi digelar di Dusun Darungan, Desa Sempu, Kecamatan Sempu, Sabtu (9/10/2021).

Vaksinasi kali ini juga menyasar para pelaku seni (seniman) tari jaranan usai ngamen atau pentas di jalanan. Seluruh pemain tari jaranan ini langsung didata dan secara bergantian mendapatkan giliran vaksin.

Kepala Puskesmas Kecamatan Sempu, dr Hadi Kusaeri menyebutkan jika pelaksanaan vaksinasi di Desa Sempu sejauh ini tidak menemui kendala. Sosialisasi dan kerjasama antara Pukesmas dan masyarakat menjadikan setiap gelaran vaksinasi sukses.

"Vaksin ini untuk siapapun, pegiat seni ataupun masyarakat dengan pekerjaan apapun. Alhamdulillah sejauh ini semua vaksinasi berjalan lancar dan antusias. Masyarakat sangat menginginkan vaksinasi ini," kata dr Hadi mengutip dari TIMESIndonesia jaringan Suara.com. 

Baca Juga: Polisi Telisik Penyebab Santri di Banyuwangi Keracunan

Dia menjelaskan, capaian vaksinasi di Kecamatan Sempu saat ini secara total sudah mencapai 65 persen. Targetnya, pada tanggal 15 mendatang sudah bisa menjangkau 70 persen dari sasaran di Kecamatan Sempu. 

"Ditargetkan bisa mencapai 70 persen pada tanggal 15 besok ini. Semoga saja bisa tercapai, dengan kerjasama semacam ini kami optimis," katanya.

Salat satu seniman, Doni menuturkan, Ia dan beberapa rekan seniman lainnya nekat turun ke jalan akibat terdampak aturan PPKM yang melarang pertunjukan menghimpun kerumunan. Mereka mengamen di sepanjang jalan bahkan di perkampungan.

 
Namun terkadang, satu grup lengkap dengan penabuh dan gamelan juga menggelar safari keliling kampung. Menggunakan mobil bak terbuka, mereka memainkan musik jaranan dan diikuti oleh pemain jaranan yang menari dibelakang mobil.

Hal ini terpaksa mereka lakukan karena tuntutan ekonomi yang terus menghimpit.

Baca Juga: Sejumlah Santri di Banyuwangi Diduga Keracunan Nasi Goreng

"Ngamen ini terpaksa karena kebutuhan dan juga kami sudah kangen dengan pentas. Bagaimanapun kesenian ini adalah warisan yang harus dilestarikan tidak peduli apapun yang terjadi," katanya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait