alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Polisi Telisik Penyebab Santri di Banyuwangi Keracunan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 07 Oktober 2021 | 21:44 WIB

Polisi Telisik Penyebab Santri di Banyuwangi Keracunan
Polisi dan TNI saat menelusuri kebenaran penyebab sejumlah santri di Banyuwangi yang diduga mengalami keracunan makanan. [Foto : Rizki Alfian/ TIMESIndonesia]

Polisi turun tangan menyelisik penyebab empat santri Ponpes Al Azhar Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi diduga keracunan makanan.

SuaraMalang.id - Polisi turun tangan menyelisik penyebab empat santri Ponpes Al Azhar Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi diduga keracunan makanan.

“Saya tadi pagi sudah dari pondok. Pihak pengurus enggan memberi tahu, katanya tidak ada siswa yang keracunan,” kata Kapolsek Muncar, Kompol Mohammad Zaenuri mengutip dari TIMES Indonesia jaringan Suara.com, Kamis (7/10/2021).

Ia melanjutkan, dugaan keracunan para santri perempuan tersebut terjadi pada Kamis dini hari. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke pengasuh pondok pesantren, dan diteruskan ke puskesmas setempat untuk dilakukan penanganan medis.

"Sekitar pukul 02.00 WIB, mereka mengeluhkan sakit perut hingga BAB, setelah itu kepalanya pusing," sambung Zaenuri.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Senilai Rp 3,8 Miliar

Polisi langsung menelusuri kejadian itu ke Puskesmas Tembokrejo. Kepala Puskesmas setempat, drg Sri Istyantini pun membenarkan adanya santri yang sedang dalam perawatan akibat keracunan.

“Setelah saya hubungi Kepala Puskesmas dan saya tanyakan perihal siswa pondok yang keracunan, iya bilang ada. Ada 3 siswa saat ini dirawat di dalam Pondok Al Azhar. Semua siswa dirawat oleh staf Puskesmas Tembokrejo,” kata Kompol Zaenuri.

Sebelumnya, sejumlah santri di Pondok Pesantren Al Azhar Tembokrejo Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur diduga keracunan makanan basi.

Informasi yang diterima TIMESIndonesia, para santri tersebut keracunan setelah mengkonsumsi nasi goreng yang dijual dari koperasi pondok, sisa dari market sekolah.

Kemudian pada malam harinya, nasi goreng itu dibeli oleh para santri. Namun ternyata tiba-tiba saat pagi hari mereka mengeluhkan sakit pada perut, muntah hingga diare. 

Baca Juga: Sejumlah Santri di Banyuwangi Diduga Keracunan Nasi Goreng

Meski begitu, pihak ndalem pondok pesantren menolak jika peristiwa yang menimpa santri itu disebut sebagai sebuah insiden keracunan makanan massal. "Tidak ada apa-apa hanya sakit perut, (maaf) mencret. Ada sekitar empat orang,"  kata Pengasuh Ponpes Al Azhar Tembokrejo, Muncar, KH. Abdillah As'ad kepada.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait