Sambangi Banyuwangi, Mendagri Tito Karnavian Bicara Tentang Gempa dan Tsunami

Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri RI) Tito Karnavian meminta seluruh daerah memprioritaskan mitigasi bencana, terutama wilayah yang berpotensi terjadinya gempa dan tsunami.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 04 Juni 2021 | 19:32 WIB
Sambangi Banyuwangi, Mendagri Tito Karnavian Bicara Tentang Gempa dan Tsunami
ilustrasi. Sambangi Banyuwangi, Mendagri Tito Karnavian Bicara Tentang Gempa dan Tsunami [Suara.com/Yasir)]

SuaraMalang.id - Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri RI) Tito Karnavian meminta seluruh daerah memprioritaskan mitigasi bencana, terutama wilayah yang berpotensi terjadinya gempa dan tsunami.

Hal itu terungkap saat mengunjungi Kabupaten Banyuwangi, dan bertepatan peristiwa tsunami banyuwangi pada 1994 silam.

"Dengan kemajuan teknologi kita harus melakukan antisipasi, diantaranya dengan mulai menyosialisasikan cara membangun dengan konsep dasar antigempa," kata Tito dikutip dari timesindonesia.co.id media jejaring suara.com, Jumat (4/6/2021).

Sekadar informasi, BMKG mencatat peningkatan aktivitas gempa di sejumlah wilayah sejak 2 Mei 2021 hingga 3 Juni 2021. Total ada 26 kali gempa di Indonesia. Mulai dari gempa bermagnitudo 5,0 hingga 7,1. Paling terbaru, pada 3 Juni 2021 kemarin gempa bermagnitudo 6,1 mengguncang Ternate, Maluku Utara.

Baca Juga:Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Barat Laut Melonguane

Sebelumnya, gempa magnitudo 5,9 juga telah merobohkan ratusan rumah dan puluhan fasilitas umum di Kabupaten Blitar Jawa Timur dan sekitarnya.

Gempa tersebut juga berdampak di Kabupaten Malang, tercatat ada 27 rumah dan 5 fasilitas umum yang rusak. Kabupaten lain seperti Lumajang, Jember, bahkan Banyuwangi juga mengalami dampak kerusakan.

Menyikapi hal itu, Tito Karnavian meminta agar masyarakat tidak terlalu panik. Lantaran kondisi geografis Indonesia yang memang berada di kawasan Ring of Fire atau negara Cincin Api Pasifik, sehingga gempa wajar terjadi.

"Nggak perlu panik, gak perlu terlalu takut. Indonesia ini negara memang berada di ring of fire. Ada di lempengan tektonik, sehingga rencana Allah merupakan bagian dari kehidupan kita," kata Tito.

Meski demikian, Tito meminta setiap daerah untuk memikirkan resiko yang ditimbulkan. Sehingga perlu bagi setiap daerah untuk merancang mitigasi kebencanaan sejak dini.

Baca Juga:Daftar 5 Daerah Jawa Timur Rawan Diterjang Tsunami 29 Meter

Mitigasi sendiri bisa dilakukan dengan menyiapkan skenario penyelamatan diri. Mulai dari menyediakan titik pengungsian, jalur pelarian hingga bunker bila diperlukan dan skenario lainnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini