alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

DPRD Anggap Reklame di Monumen Pesawat MIG-17 Fresco Menabrak Aturan

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Jum'at, 09 April 2021 | 10:47 WIB

DPRD Anggap Reklame di Monumen Pesawat MIG-17 Fresco Menabrak Aturan
Penutupan reklame iklan rokok di sekitar monumen Pesawat TNI AU Jalan Soekarno - Hatta Kota Malang, Rabu (7/4/2021) [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

DPRD juga mengungkap ada oknum pejabat Pemkot Malang merevisi aturan tentang pemasangan reklame di monumen pesawat

SuaraMalang.id - Pemasangan reklame atau iklan rokok di Monumen Pesawat MIG-17 Fresco, Kota Malang dianggap menabrak regulasi. Hal itu merujuk Pasal 38 Perwali Nomor 27 Tahun 2015 tentang Penataan Reklame.

Hal itu diungkap Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Jose Rizal. Maka, apa maksud pemasangan papan reklame di Monumen Pesawat kawasan Jalan Soekarno-Hatta itu patut dipertanyakan.

Terlebih, lanjut dia, Pansus Ranperda Reklame sedang dibahas DPRD Kota Malang. Namun 

"Perwali itu masih hidup dan berlaku. Oke kita harus lihat dulu sebenarnya objeknya dilarang apa tidak. Sejauh mana pelarangannya itu. Emang masih banyak interpretasi, itu di pager, bukan menutupi pesawat. Tapi orang bodoh pun mengerti bahwa itu di kawasan monumen," ujarnya dikutip dari Timesindonesia.co.id jaringan Suara.com, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Desa Sumberbrantas Kota Batu Diterjang Banjir Lumpur

Jose juga menyayangkan ada oknum pejabat Pemkot Malang di Bagian Hukum yang memohon kepada Pansus supaya ayat yang  melarang pemasangan reklame di Monumen Pesawat untuk dihapus, alasannya karena sudah kerjasama.

"Nah loh. Saya ada rekamannya itu. Ini kerjasamanya sejak kapan, dengan siapa dan seterusnya-seterusnya," sambungnya.

Anggota DPRD Kota Malang berharap permasalahan ini cepat diselesaikan, lantaran pihaknya tak ingin masyarakat kecewa dan murka melihat Monumen Pesawat dipenuhi dengan papan reklame. Padahal monumen tersebutu telah lama menjadi salah satu ikon Kota Malang dan tempat mengabadikan kenangan dan swafoto.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Disnaker-PMPTSP, Erik Setyo Santoso mengatakan, untuk izin pemasangan reklame atau iklan memang masih belum mengantongi izin resmi. Namun pengajuan sudah ada dan dalam proses perizinan.

Menindaklanjuti itu, Disnaker-PMPTSP yang berkoordinasi dengan Satpol PP bakal memanggil pihak pemasang reklame untuk dimintai keterangan dan proses perizinannya.

Baca Juga: AJI Malang: Doxing terhadap Jurnalis Menghalangi Kemerdekaan Pers

Pengajuan izin pihak pemasang reklame baru disodorkan sekitar satu minggu yang lalu. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait