- Pemkot Malang berencana menerapkan kebijakan nol rekrutmen ASN demi memenuhi mandat UU HKPD tentang pembatasan belanja pegawai daerah.
- Belanja pegawai saat ini mencapai 43,55 persen dari APBD, sehingga harus ditekan hingga maksimal 30 persen pada 2027.
- Pemkot Malang mengandalkan proses pensiun alami setiap tahun untuk mengurangi jumlah pegawai tanpa melakukan pemberhentian secara sepihak.
SuaraMalang.id - Impian ribuan masyarakat untuk mengenakan seragam cokelat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang nampaknya harus tertunda. Sebuah kebijakan pahit namun tak terelakkan tengah digodok yakni opsi nol rekrutmen.
Langkah ekstrem ini menjadi strategi "ikat pinggang" Pemkot Malang demi memenuhi mandat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).
Aturan tersebut mewajibkan setiap daerah membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD pada tahun 2027 mendatang.
Kondisi keuangan Kota Malang saat ini memang sedang berada dalam posisi dilematis. Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), belanja pegawai per tahun 2026 telah menembus angka Rp1,08 triliun. Angka ini setara dengan 43,55 persen dari total APBD yang mencapai Rp2,48 triliun.
Artinya, hampir separuh uang rakyat di Malang habis hanya untuk menggaji 9.856 pegawai (termasuk 3.000 PPPK yang baru diangkat pada 2025).
Untuk memangkas kelebihan 13 persen tersebut menuju angka ideal 30 persen, Pemkot Malang harus melakukan langkah drastis.
"Strategi Kota Malang untuk mencapai mandatori 30 persen, tahun ini kemungkinan tidak ada pengadaan ASN dari umum, baik itu CPNS maupun PPPK," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Malang, Hendru Martono, Senin (20/4/2026).
Tak hanya menutup pintu bagi pelamar umum, Pemkot Malang juga memasang pagar tinggi bagi ASN dari daerah lain yang ingin pindah atau mutasi ke Kota Malang.
Strategi ini diambil agar jumlah "mulut yang harus diberi makan" oleh APBD tidak terus bertambah di tengah upaya perampingan.
Baca Juga: Mimpi Kerja di Luar Negeri Berujung Neraka: PMI Malang Berhasil Pulang ke Tanah Air dari Arab Saudi
Lantas, bagaimana cara Pemkot Malang mengurangi jumlah pegawainya? Hendru menjelaskan bahwa pihaknya memilih "jalan sunyi" melalui proses alami, yakni menunggu masa pensiun.
Setiap tahunnya, terdapat sekitar 300 hingga 400 ASN yang memasuki masa purna tugas. Dengan tidak menambah pegawai baru sementara ratusan lainnya pensiun, diharapkan beban belanja pegawai akan menurun secara bertahap hingga tahun 2027.
Kebijakan ini diakui Hendru sebagai pilihan tersulit. Pemerintah tidak bisa serta-merta memutus kontrak atau memberhentikan ASN yang masih aktif tanpa dasar pelanggaran yang kuat.
"Karena strateginya harus bagaimana lagi? Kalau memang mereka tidak melakukan pelanggaran tetapi terus diganti (diberhentikan), kan tidak bisa seperti itu," keluhnya. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Mimpi Kerja di Luar Negeri Berujung Neraka: PMI Malang Berhasil Pulang ke Tanah Air dari Arab Saudi
-
Dwigol Winger Arema FC Gabriel Silva Benamkan Persis di Kawah Kanjuruhan
-
Detik-Detik Yaim Min Tumbang di Polresta Malang: Mengembuskan Napas Terakhir Saat Lapor Polisi
-
Kasus Terkubur Bersama Jasad: Akhir Dramatis Perjalanan Hukum Yai Mim di Balik Jeruji
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci PERBANAS dan BRI Cegah Kejahatan Digital
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia