- Disdikbud Kota Malang menjamin transparansi seleksi penerimaan murid baru tahun 2026 melalui pembukaan posko pengaduan bagi wali murid.
- Kesalahan penentuan titik koordinat lokasi rumah pada aplikasi peta menjadi penyebab utama kendala teknis dalam sistem zonasi sekolah.
- Keterbatasan daya tampung SMP Negeri yang hanya menampung 7.000 dari 13.000 lulusan SD mewajibkan peran sekolah swasta di Malang.
SuaraMalang.id - Bagi orang tua di Kota Malang, musim penerimaan murid baru sering kali menjadi momen yang mendebarkan sekaligus penuh tanda tanya.
Pertanyaan klasik seperti, "Mengapa rumah tetangga yang lebih jauh bisa diterima, sementara anak saya tidak?" selalu muncul ke permukaan.
Menjawab kegelisahan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memasang badan untuk memastikan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan tanpa main mata.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menegaskan bahwa transparansi adalah harga mati. Jika ada wali murid yang merasa janggal dengan hasil seleksi, pintu kantornya terbuka lebar. Bukan untuk lobi-lobi, melainkan untuk melakukan adu data secara riil.
"Saya meyakini keakuratan program kami. Tapi jika ada yang merasa rumahnya lebih dekat namun tidak diterima, silakan datang ke posko. Mari kita lihat datanya bersama-sama," ujar Suwarjana, Rabu (3/6/2026).
Menariknya, Suwarjana mengungkapkan bahwa sumber kekacauan sering kali bukan terletak pada sistem, melainkan pada hal sepele cara menentukan titik koordinat rumah di aplikasi peta (Maps). Kesalahan jempol dalam menggeser pin lokasi bisa membuat jarak rumah ke sekolah membengkak secara sistematis.
"Nanti bisa kelihatan. Terkadang orang salah menentukan titik, istilahnya bukan di jalan tapi di lokasi lain di peta. Itulah yang memunculkan persoalan pada hasil final," jelasnya. Melalui posko pengaduan, wali murid diajak untuk melihat secara transparan di mana letak kekeliruan tersebut.
Selain urusan zonasi, tantangan besar SPMB tahun ini adalah ketimpangan kuota. Data menunjukkan terdapat sekitar 13.000 lulusan SD di Kota Malang tahun ini, sementara daya tampung SMP Negeri hanya berada di kisaran 7.000 kursi. Artinya, ada sekitar 6.000 siswa yang tidak akan masuk ke sekolah negeri.
Fakta pahit ini menjadi sinyal bagi sekolah swasta untuk tidak sekadar menunggu bola. Suwarjana mengingatkan bahwa separuh dari lulusan SD tersebut adalah ceruk pasar yang besar bagi yayasan pendidikan swasta.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Tidak Layak? Warga Malang Kini Punya Jalur Khusus Lapor Jaksa
"Separuhnya pasti ke swasta. Sekarang tinggal bagaimana upaya teman-teman yayasan memikat masyarakat untuk percaya pada lembaga mereka. Itu kuncinya," tutur Suwarjana. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Makan Bergizi Gratis Tidak Layak? Warga Malang Kini Punya Jalur Khusus Lapor Jaksa
-
Misi Penyelamatan di Jalur Terlarang: Nasib Cakra Setelah Terperosok di Jurang Gunung Semeru
-
Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu Berakhir di Meja Mediasi
-
Di Tengah Riuh Karnaval di Malang, 2 Pemuda Gasak Motor Pengunjung
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi
-
BRIvolution Reignite Jadi Semangat BRI Sambut Usia ke-131