- Kejari Kota Malang membuka posko pengaduan program makan bergizi gratis untuk mencegah penyimpangan operasional di wilayah setempat.
- Masyarakat diminta melaporkan segala kejanggalan kualitas makanan maupun fasilitas dapur agar program tepat sasaran bagi penerima.
- Kejari turut memberikan pendampingan hukum terkait pengelolaan anggaran serta distribusi makanan bagi para pengelola SPPG secara profesional.
SuaraMalang.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang membuka posko pengaduan khusus program makan bergizi gratis (MBG). Fasilitas ini menjadi benteng pertahanan bagi masyarakat yang menemukan adanya kejanggalan dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kami sudah memiliki posko. Jika masyarakat menemukan hal yang tidak sesuai SOP, silakan melapor. Entah itu soal kualitas makanannya yang buruk atau fasilitas dapur yang kurang layak," tegas Kepala Kejari Malang Tri Joko, Rabu (3/6/2026).
Langkah preventif ini diambil agar program nasional ini tepat sasaran, terutama bagi para pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita. Kejari ingin memastikan tidak ada potongan atau penurunan standar yang bisa merugikan kesehatan penerima manfaat.
Tri Joko meminta masyarakat untuk tidak bersikap apatis. Keberanian warga dalam melaporkan potensi penyimpangan adalah kunci agar penanganan bisa dilakukan secepat kilat.
Baginya, setiap aduan yang masuk melalui posko tersebut akan dibedah dan ditindaklanjuti secara serius melalui mekanisme hukum yang berlaku, berkolaborasi dengan pemangku kepentingan di Kota Malang. Hingga saat ini, suasana di meja pengaduan memang masih tenang.
"Kalau sampai sekarang, kami belum menerima adanya laporan," ungkapnya. Namun, ketenangan ini tidak membuat pihak korps adhyaksa tersebut lengah.
Selain bertindak sebagai pengawas, Kejari Kota Malang juga memposisikan diri sebagai mitra bagi para pengelola dapur MBG.
Mereka membuka pintu lebar-lebar untuk memberikan pendampingan hukum bagi pengelola SPPG agar tidak tersesat dalam urusan administratif maupun teknis.
Fokus pendampingannya mulai dari pengelolaan anggaran yang sensitif hingga manajemen rantai distribusi paket makanan yang kompleks. Hal ini dilakukan agar para pengelola bisa bekerja dengan tenang selama mereka berada di jalur yang benar.
Baca Juga: Misi Penyelamatan di Jalur Terlarang: Nasib Cakra Setelah Terperosok di Jurang Gunung Semeru
"Memberikan pendampingan kepada pihak-pihak yang membutuhkan adalah kewenangan kami. Kami ingin memastikan program ini berjalan bersih sejak dari dapur hingga ke meja makan," pungkas Tri Joko. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Misi Penyelamatan di Jalur Terlarang: Nasib Cakra Setelah Terperosok di Jurang Gunung Semeru
-
Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Pantai Wedi Awu Berakhir di Meja Mediasi
-
Di Tengah Riuh Karnaval di Malang, 2 Pemuda Gasak Motor Pengunjung
-
4 Jabatan Penting di Pemkot Malang Kosong, Begini Penjelasan Wali Kota
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci PERBANAS dan BRI Cegah Kejahatan Digital
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia